Ini Profil Abdul Muthalib, Ahli Hematologi yang Memvaksin Jokowi

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 13 Januari 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343588 ini-profil-abdul-muthalib-ahli-hematologi-yang-memvaksin-jokowi-NJOzGFLDh4.jpg Tangkapan Layar Media Sosial

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama yang melakukan vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

(Baca juga: Tangannya Gemetar Memvaksin Jokowi, Dokter Kepresidenan: Alhamdulillah Berhasil)

Sebelum divaksin, Jokowi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan untuk mengklarifikasi data seperti tekanan darah, dan dikonfirmasi soal apakah pernah batuk, hingga terpapar Covid-19.

Namun ada kejadian unik saat Jokowi diberikan oleh Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib.

(Baca juga: Mayor Iwan, Pasukan Khusus Penemu Black Box Sriwijaya Air Mampu Menyelam di Kedalaman Ekstrim)

Dokter Kepresidenan Abdul Muthalib mengaku sempat gemetar saat akan menyuntik vaksin Covid-19 produksi sinovac ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa (gemetar) juga," kata Abdul Thalib di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Dia mengatakan, meski sempat begetar, Abdul akhirnya sukses menyuntik Presiden Jokowi. "Tapi masalah itu tidak menjadi halangan bagi saya untuk menyuntikannya. Pada waktu menyuntikannya tidak gemetaran lagi. Pertamanya saja agak gemetaran,” katanya.

Menilik laman resmi Universitas Indonesia, Prof. dr. Abdul Muthalib, SpPD-KHOM adalah Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam. Ketertarikannya di bidang ilmu penyakit dalam terutama Hematologi dan Onkologi membawanya dalam pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia.

Dia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia lulus pada 1969. Lalu, mengambil spesialis Ilmu penyakit dalam FKUI di tahun 1980 dan menjadi konsultan hematologi-onkologi medik di FKUI/RSCM di tahun 1986.

Beberapa karya ilmiahnya seputar kanker payudara dimuat dalam Japanese Journal of Cancer and Chemotheraphy tahun 2000.

Abdul Muthalib juga aktif menulis buku seputar penanganan kanker payudara. Pada tahun 1999 beliau mendapatkan penghargaan Asian Clinical Oncology Society.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini