Kasus Covid-19 Melonjak, Ini Titik Rawan Penyebarannya

Harian Jogja, · Rabu 13 Januari 2021 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 337 2343483 mengapa-kasus-covid-19-melonjak-padahal-kita-sudah-patuh-protokol-kesehatan-Ea8oYw1Uwk.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Angka kasus infeksi virus Corona di Indonesia kian mencemaskan. Akhir pekan lalu, penambahan kasus positif lebih dari 10.000, tertinggi di Asia Tenggara.

Tak sedikit mereka yang tertular virus corona heran mendapati dirinya positif Covid-19 padahal sudah menerapkan protokol kesehatan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar mengatakan ada titik lengah yang terkadang tidak disadari dan menjadi pintu masuk virus corona.

"Semakin tidak terkendalinya kasus Covid, virus bisa ada di mana-mana," ujar Adaninggar dikutip JIBI dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya ada titik lengah yang perlu diwaspadai. "Titik lengah ini adalah titik yang diincar virus untuk mencari kesempatan masuk ke tubuh," sebutnya

Titik lengah pertama saat di tempat kerja, sekolah dan tempat umum. Anda bisa tertular Covid-19 saat makan bareng teman, banyak orang di lift, foto bersama dengan tidak menggunakan masker.

Kemudian saat rapat/belajar kelompok, antrean, transportasi umum atau bersama, hingga toilet umum dan tempat wudhu umum.

Kedua, di lingkungan rumah. Ini terjadi ketika makan bareng keluarga yang tidak serumah, beribadah di tempat ibadah, memanggil tukang servis atau pijat ke rumah, kumpul keluarga atau dengan teman yang tidak serumah, pegawai rumah pulang pergi, dan foto bersama dengan membuka masker.

Berikutnya menghadiri arisan, belanja ke pasar atau tukang sayur, dan membiarkan anak bermain dengan teman-temannya.

Ketiga, di lingkungan sosial. Titik lengah terjadi ketika makan di acara namun membuka masker, menghadiri acara pernikahan, menghadiri acara pemakaman, menghadiri pesta, dan foto bersama tanpa masker.

Keempat, aktivitas sehari-hari. Titik lengah yang perlu diwaspadai yaitu makan dan foto bersama teman dengan membuka masker, olahraga bersama teman atau orang yang tidak serumah serta mengunjungi mall, bioskop, bar, juga restoran.

Titik lengah lainnya yakni tinggal di asrama/kost, berbagi alat pribadi bersama tamu keluarga atau teman menginap di rumah rumah kerabat.

Adaninggar menjelaskan titik lemah terbesar adalah saat bersama keluarga atau teman karena merasa aman. Apalagi bila sebelum berkumpul, sudah melakukan tes dan hasilnya negatif.

"Ingat, hasil test bersifat realtime,. Jadi hanya berlaku pada detik anda diperiksa saja. Hasil negatif tidak menjamin Anda bebas dari virus," tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini