Cerita di Balik Penemuan Black Box Sriwijaya Air oleh Pasukan Katak

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 12 Januari 2021 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343358 cerita-di-balik-penemuan-black-box-sriwijaya-air-oleh-pasukan-katak-2HoCvh6FFI.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tim penyelam telah berhasil menemukan Flight Data Recorder (FDR) Sriwijaya Air SJ 182, Selasa (12/1/2021). FDR merupakan salah satu bagian dari black box atau kotak hitam pesawat.

(Baca juga: Aksi Dramatis Pasukan Elite TNI AL Evakuasi Black Box Sriwijaya Air ke Daratan)

Hadi menuturkan, mulanya pada pukul 14.00 WIB dirinya mendapatkan laporan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono bahwa tim penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL telah menemukan bagian dari FDR.

"(Lalu) pada pukul 16.40 WIB, KSAL melaporkan kembali bahwa Flight Data Recorder sudah ditemukan," ucap Hadi saat jumpa pers di Posko JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Setelah FDR, Hadi memastikan tim SAR gabungan akan terus berupaya mencari Cockpit Voice Recorder (CVR) yang hingga kini masih berada di dasar laut. Ia optimis menemukan barang yang masih bagian dari black box tersebut.

"Dengan keyakinan yang tinggi maka Cockpit Voice juga akan segera ditemukan," imbuhnya.

Operasi Belum Selesai

Hadi menuturkan, operasi kemanusiaan untuk mencari korban dan pesawat Sriwijaya Air belum selesai. Ia menyebut akan mengupayakan mengangkat bodi pesawat yang hingga kini ditengarai masih berada di dasar laut.

"Saudara-saudara sekalian operasi belum selesai karena terus akan kita lakukan evakuasi korban termasuk dengan seluruh potongan bodi pesawat juga akan kita upayakan diangkat dan bodi pesawat dalam rangka melengkapi data yang diperlukan oleh KNKT," jelasnya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, relawan, dan seluruh stakeholder terkait yang telah berjibaku dalam misi kemanusiaan ini..

Bagus memastikan proses evakuasi korban, CVR dan pesawat Sriwijaya Air akan diteruskan hingga selesai.

"Ke depan kita masih akan melanjutkan upaya pencarian ini untuk evakuasi korban, demikian juga evakuasi material yang ada, yang masih ada di dalam lokasi tersebut. Demikian juga pencarian terhadap CVR," tutur.

Butuh Waktu Mengungkap Isi FDR

Ketua Komite Nasional Keselamaan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya membutuhkan waktu dua hingga lima hari untuk membaca FDR tersebut.

"Mohon doa masyarakat agar pembacaan data FDR yang kami perkiraan memakan waktu dua sampai lima hari berjalan lancar dan segera dapat mengungkap misteri yang jadi penyebab kecelakaan ini," ucap Soerjanto

Selain FDR, tim SAR gabungan juga menemukan pinger. Namun pembising atau pinger tersebut terlepas dari black box. "Tapi Alhamdulillah kita bisa menemukan FDR," jelasnya.

Sekadar informasi, black box terdiri dari dua perangkat antara lain Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). CVR berisi rekaman percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR berisi rekaman data penerbangan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut 62 penumpang, terdiri dari 6 awak aktif, 40 orang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 awak sebagai penumpang.

Hingga kini petugas SAR gabungan telah berhasil menemukan puing-puing pesawat dan beberapa bagian tubuh korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini