Aksi Dramatis Pasukan Elite TNI AL Evakuasi Black Box Sriwijaya Air ke Daratan

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 12 Januari 2021 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343270 aksi-dramatis-pasukan-elite-tni-al-evakuasi-black-box-sriwijaya-air-ke-daratan-UYzmmpWKqw.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melakukan pencarian dan upaya penyelamatan korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

(Baca juga: Ditemukan di Pulau Laki, Penyelam TNI AL Bawa Black Box Sriwijaya Air ke Posko JICT)

Sebelumnya, Panglima Komando Armada 1, Laksamana Muda Abdul Rasyid Kacong mengatakan, pihaknya telah mengerahkan 10 KRI untuk melakukan pencarian korban. Termasuk menerjunkan dua pasukan elite TNI AL Denjaka dan Kopaska.

"TNI AL perlu saya sampaikan kita siapkan ada 10 kapal KRI malam ini kita siap bergerak," ujarnya beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Pasukan Elite TNI AL Temukan Sejumlah Uang dan KTP Fazila Ammara Korban Sriwijaya Air)

Adapun armada yang dikerahkan dari TNI AL adalah, KRI Teluk Gili Manuk (onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjiptadi, KRI KRI Cucut -866, KRI Tengiri dan 2 Sea Rider Kopaska serta 2 kapal Tunda yakni TD. Galunggung dan Malabar.

Selain itu, TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 onboard KRI Bontang posisi sandar dermaga JICT Jakarta yang siap dukung Operasi SAR.

Hasilnya, memasuki hari keempat Tim penyelam TNI AL berhasil menemukan black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta,  sekitar pukul 16.20 WIB. Sinyal black box Sriwijaya Air sebelumnya terdeteksi 23 meter di bawah laut

Saat ini, tim penyelam telah mengangkat black box Sriwijaya Air ke Poskos SAR JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Black box dimasukan ke dalam wadah plastik dan dibawa dengan menggunakan sea rider dengan pengawalan ketat penyelam TNI AL. Cuaca di lokasi pun terlihat mulai mendung dengan kondisi ombak yang cukup besar. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan nyali para penyelam dari pasukan elite TNI AL itu.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini