Dislambair TNI AL Temukan Serpihan Pesawat Sriwijaya Air hingga Barang Pribadi Korban

Sazili Mustofa, Koran SI · Selasa 12 Januari 2021 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343266 dislambair-tni-al-temukan-serpihan-pesawat-sriwijaya-air-hingga-barang-pribadi-korban-WaaPa1RGMT.jpg Serpihan pesawat Sriwijaya Air yang ditemukan tim Dislambair TNI AL.(Foto:Antara)

JAKARTA - Serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, barang-barang pribadi, dan jasad korban berhasil ditemukan Tim Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL di Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Pantauan Antara di lapangan, tim penyelam menemukan barang-barang pribadi yang diduga milik penumpang seperti baju perempuan dengan motif renda, pakaian wanita berwarna muda, dan celana jeans biru tua.

Selain itu, ditemukan juga tas wanita berwarna merah hati dan lembaran uang senilai Rp50 ribu. Tim penyelam juga menemukan serpihan-serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dan jasad korban.

Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada hari keempat atau Selasa (12/1) dilakukan melalui udara dengan melaksanakan pencarian sesuai area pencarian yang sudah ditentukan. Sementara yang melalui laut, dilaksanakan pencarian di atas permukaan air sesuai area pencarian yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Black Box Sriwijaya Air Ditemukan, Basarnas dan Kemenhub Gelar Konferensi Pers

Pencarian di laut juga akan dilaksanakan pencarian di bawah permukaan air menggunakan perangkat side scan sonar, MBES, ping locator dan ROV. Penyelaman juga dilakukan di sekitar lokasi penemuan body part dan serpihan pesawat.

Sebelumnya, Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca Juga: Ditemukan di Pulau Laki, Penyelam TNI AL Bawa Black Box Sriwijaya Air ke Posko JICT

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Untuk 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini