Pasukan Elite TNI AL Temukan Sejumlah Uang dan KTP Fazila Ammara Korban Sriwijaya Air

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 12 Januari 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343171 tni-al-temukan-sejumlah-uang-dan-ktp-fazila-ammara-korban-sriwijaya-air-OcHJ2fydUn.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Tim penyelam dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI AL) yang terdiri dari Denjaka dan Kopaska berhasil mendapatkan sejumlah temuan terbaru berupa dokumen, dompet, uang, dan barang lainnya yang diduga milik korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

(Baca juga: Tim DVI Ambil Sampel DNA Orangtua Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani)

 Semua barang-barang yang ditemukan tersebut saat ini sudah diamankan di Kapal KRI Rigel.

 "Di KRI Rigel ini. Ada KTP, uang, dompet, dan lain sebagainya," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksma TNI Julius Widjojono saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2021).

(Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Dua Pasukan Elite Kopaska dan Denjaka Menyelam di Kepulauan Seribu)

Dokumen tersebut mencantumkan secara gamblang identitas korban pesawat Sriwijaya Air. Misalnya, Kartu Tanda Penduduk atas nama Fazila Ammara Rajeeda asal Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dari dokumen itu tertulis bahwa Fazila berjenis kelamin perempuan asal Madiun.

Selain itu, ditemukan pula Surat Izin Mengemudi (SIM) A milik Rahmania Ekananda. Dijelaskan Rahmania berasal dari Kediri Jawa Timur dan lahir di tahun 1981.

Prajurit Kadispenal di Kapal KRI RIGEL 933 telah melakukan evakuasi body part (bagian tubuh) korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182. Evakuasi dilakukan dari Perairan Kepulauan Seribu ke Jakarta International Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Evakuasi bagian tubuh korban kecelakaan maskapai penerbangan nasional itu dilakukan pada pukul 9.19 Selasa (12/1/2021) pagi dan tengah dalam perjalanan menuju JICT II Tanjung Priok.

Sebelumnya, tim gabungan juga menemukan body part mengapung di sekitar lokasi jatuhnya pesawat yakni di kawasan perairan Kepulauan Seribu. Dalam catatan Kadispenal, hingga Selasa (12/1/2021) merupakan hari kedua, di mana, body part korban pesawat mulai mengapung di air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini