Tim SAR Temukan KTP dan SIM Diduga Milik Korban Pesawat Sriwijaya Air

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 12 Januari 2021 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343165 tim-sar-temukan-ktp-dan-sim-diduga-milik-korban-pesawat-sriwijaya-air-srosemvqB5.jpg Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban Pesawat Sriwijaya Air (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), mencatat ada sejumlah temuan terbaru berupa dokumen, dompet, uang, dan barang lainnya yang diduga milik korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Temuan diperoleh Tim penyelam TNI AL pada Selasa (12/1/2021) di kawasan perairan Kepulaian Seribu, Jakarta.

Kadispenal Laksma TNI, Julius Widjojono menyebut, barang-barang tersebut sudah diamankan di Kapal KRI RIGEL oleh Tim Penyelam TNI AL.

"Di KRI RIGEL ini. Ada KTP, uang, dompet, dan lain lain," ujarnya saat dikonfirmasi MNC News Portal.

 Baca juga: Sambangi RS Polri, Menhub Pantau Proses Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air

Dokumen tersebut mencantumkan secara gamblang identitas korban. Misalnya, Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Fazila Ammara Rajeeda asal Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dari dokumen itu tertulis bahwa Fazila berjenis kelamin perempuan asal Madiun.

Selain itu, ada Surat Ijin Mengemudi (SIM) A milik Rahmania Ekananda. Dijelaskan Rahmania berasal dari Kediri Jawa Timur dan lahir di tahun 1981.

 Baca juga: DVI Polri Berhasil Identifikasi 36 Sampel Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Di hari yang sama, Prajurit Kadispenal di Kapal KRI RIGEL 933 juga telah melakukan evakuasi body part (bagian tubuh) korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182. Evakuasi dilakukan dari Perairan Kepulauan Seribu ke Jakarta International Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Evakuasi bagian tubuh korban kecelakaan maskapai penerbangan nasional itu dilakukan pada pukul 9.19 Selasa (12/1/2021) pagi dan tengah dalam perjalanan menuju JICT II Tanjung Priok.

Sebelumnya, personel atau tim menemukan body part mengapung di sekitar lokasi jatuhnya pesawat yakni di kawasan perairan Kepulauan Seribu. Dalam catatan Kadispenal, hingga Selasa (12/1/2021) merupakan hari kedua, di mana, body part korban pesawat mulai mengapung di air.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini