Pencarian Black Box Pesawat Sriwijaya Air Mengerucut di 5 Titik

Antara, · Selasa 12 Januari 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343033 pencarian-black-box-pesawat-sriwijaya-air-mengerucut-di-5-titik-FUQ4JmeX5M.jpg Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban Pesawat Sriwijaya Air (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi SAR Sriwijaya Air, Laksamana Pertama Yayan Sofyan mengemukakan, pencarian kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengerucut di lima titik lokasi di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Ada lima titik penyelaman dengan radius sekitar 20 meter," kata Yayan di KRI Rigel-933, Selasa (12/1/2021).

Yayan menjelaskan, penentuan lima lokasi penyelaman itu berdasarkan pemetaan dan analisis yang dilakukan KRI Rigel dengan seluruh sumber daya yang ada.

"Alat yang digunakan di antaranya magnetometer, HIPAP dan multibeam echosounder," ujarnya.

Baca juga:  Sambangi RS Polri, Menhub Pantau Proses Identifikasi Korban Pesawat Sriwijaya Air

Hari sebelumnya, Senin 11 Januari 2021 area pencarian berbentuk segitiga, 100 meter kali 100 meter kali 80 meter. Area pencarian itu mendapatkan empat kantong puing pesawat.

Yayan menyatakan, tim penyelam dari Dislambair akan melakukan penguraian pada potongan-potongan material dari puing-puing pesawat yang kemungkinan besar diduga menimbun kotak hitam.

Baca juga:  DVI Polri Berhasil Identifikasi 36 Sampel Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

 

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini