Ini Pesan MUI untuk Jokowi Soal Calon Kapolri

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 12 Januari 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2343032 ini-pesan-mui-untuk-jokowi-soal-calon-kapolri-RGVf1cvkPB.jpg Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas ikut bersuara terkait calon Kapolri. Anwar mengatakan, semua pihak harus menghormati calon Kapolri pilihan Presiden Jokowi. Dia menegaskan, calon Kapolri yang terpilih merupakan hak prerogatif Presiden.

"Kita sudah tahu itu semua, dan kita harus menghormatinya," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1/2021).

Namun, Anwar berpesan, agar Presiden hendaknya mencalonkan dan menunjuk seseorang menjadi Kapolri tidak hanya dengan pertimbangan kedekatan, loyalitas, dan profesionalitas saja. Menurutnya, harus lebih luas dari itu yaitu mana yang lebih besar maslahat dan manfaatnya bagi bangsa dan negara.

Baca Juga: Ini Profil 5 Calon Kapolri yang Diserahkan Kompolnas ke Presiden Jokowi

"Apalagi akhir-akhir ini seperti kita ketahui, hubungan antara pemerintah dan umat Islam agak terganggu, karena ada sebagian umat Islam yang melihat di negeri ini sekarang telah terjadi kriminalisasi terhadap ulama," katanya.

Baca Juga: Jokowi Serahkan Nama Calon Kapolri ke DPR Hari Ini

Meskipun pemerintah menolak anggapan tersebut, namun Anwar menyebut, sikap dan pandangan ini tentu tidak boleh dianggap enteng oleh pemerintah karena bisa menjadi api di dalam sekam.

"Apalagi kalau seandainya sebagian besar umat Islam merasa terus menerus disakiti dan dikecewakan, ditambah lagi dengan persoalan krisis kesehatan karena Covid-19 yang tidak jelas kapan berakhirnya, dan juga krisis ekonomi yang cukup berat yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negara ini. Tentu tidak mustahil berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan akan bisa terjadi," katanya mengingatkan.

Oleh karena itu, kata Anwar, sebagai anak bangsa dirinya merasa khawatir penunjukan Kapolri baru bila salah pilih akan melahirkan reaksi yang tidak baik bagi perkembangan kehidupan bangsa ke depan.

"Untuk itu, saya berharap dalam penunjukan dan penetapan seorang Kapolri di tengah-tengah situasi seperti ini, tentu saja Presiden sangat diharapkan dan dituntut kearifannya untuk bisa memilih sosok seorang Kapolri yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas. Agar kita sebagai bangsa bisa berkonsentrasi penuh di dalam mengatasi masalah yang sangat-sangat berat yang kita hadapi saat ini, yaitu mengatasi Covid-19 dan krisis ekonomi yang sangat memerlukan persatuan dan kesatuan dari seluruh warga bangsa," ucap Anwar.

Sebelumnya, Menko Polhukam, Mahfud MD sebagai Ketua Kompolnas telah menyerahkan lima nama calon Kapolri kepada Jokowi. Kelima calon tersebut adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono; Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar; Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo; Kepala Lemdiklat Polri, Komjen Arief Sulistyanto; Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini