Lapan Pastikan Tidak Ada Cuaca Ekstrem saat Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Antara, · Selasa 12 Januari 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 337 2342984 lapan-pastikan-tidak-ada-cuaca-ekstrem-saat-pesawat-sriwijaya-air-jatuh-BQLnIB0wYn.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan tidak ada cuaca ekstrem, saat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu.

"Tampak berawan, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem," kata Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin kepada ANTARA, Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Baca juga:  Personel KRI RGL 933 Mulai Evakuasi Korban Sriwijaya Air 

Berdasarkan pantuan Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System) Lapan, tidak ada kondisi awan atau hujan ekstrem di titik kejadian.

Perkiraan kondisi atmosfer dari aplikasi Sadewa Lapan menggunakan Satelit Himawari-8 9 (awan tumbuh) dan model WRF (angin dan hujan) menunjukkan di sekitar titik kejadian tidak ada kondisi atmosfer ekstrem.

Baca juga:  Sudah Ada 56 Kantong Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya di RS Polri 

Thomas mengatakan, walau ada proses pembentukan sistem konveksi di sekitar titik kejadian, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem.

"Dinamika atmosfer ini mempengaruhi pesawat yang melintas, tetapi belum tentu menjadi penyebab jatuhnya pesawat," ujarnya.

Analisis dinamika atmosfer menunjukkan sistem konveksi skala meso telah terbentuk di atas Lampung dan Laut Jawa di sekitarnya sejak pukul 11.00 WIB pada 9 Januari 2021. Sistem itu kemudian pecah dan berpropagasi ke selatan, yang berasosiasi dengan pertumbuhan sistem konveksi skala meso lain di atas Jawa bagian barat selama rentang waktu 13.00-15.00 WIB.

Pada 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak mengalami hilang kontak di sekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Pesawat itu membawa 50 penumpang dan 12 awak kabin.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini