3 Hari Jatuhnya Pesawat Sriwijaya, Keluarga Terus Berdatangan ke RS Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 11 Januari 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 337 2342493 3-hari-jatuhnya-pesawat-sriwijaya-keluarga-terus-berdatangan-ke-rs-polri-oEWwMBPGaF.jpg Keluarga korban Sriwijaya di RS Polri (foto: Okezone/Putera)

JAKARTA - Keluarga korban insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terus berdatangan ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Mereka hendak memberikan data Ante Mortem untuk kebutuhan identifikasi penumpang pesawat tersebut.

Berdasarkan pantauan di RS Polri, Senin (11/1/2021), keluarga korban terus mendatangi posko Ante Mortem di RS Polri. Mereka menyerahkan data yang dibutuhkan DVI guna mengidentifikasi identitas korban.

Baca juga:  Basarnas Temukan Dokumen Identitas Berlogo Kemenhub saat Pencarian Sriwijaya Air

Salah satunya keluarga korban atas nama Arifin Ilyas. Kedua orangtuanya jauh-jauh dari Kebumen, Jawa Tengah, untuk mendatangi posko Ante Mortem di RS Polri guna memberikan KTP milik dari keluarganya tersebut.

"Bapak dan ibunya, dua orang yang memberikan data Ante Mortem," kata Zein Ahmadi selaku perwakilan keluarga saat ditemui di RS Polri, hari ini.

Baca juga:  TNI AL Kerahkan 11 KRI Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu

Zein mengungkapkan, sehari-hari korban atas nama Arifin Ilyas bekerja disebuah perusahaan anak cabang di Pontianak. Sebab itu, Zein mewakili pihak perusahaan untuk memberikan fasilitas pihak keluarga.

 

Selama proses Ante Mortem, keluarga dari korban tersebut akan diberikan fasilitas penginapan di salah satu hotel yang ada di Jakarta.

"Saya fasilitasi bapak ibunya dari kampung, sehigga fasilitasi tinggal di Jakarta. Dia kerja diperusahaan kami, kami punya cabang," ujarnya.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada Sabtu 9 Januari sekira pukul 14.40 WIB. Pesawat jatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Dari data manifest, pesawat diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini