Listyo Sigit Prabowo, Mantan Ajudan Presiden yang Dikabarkan Diajukan Jadi Kapolri, Ini Profilnya

Sazili Mustofa, Koran SI · Senin 11 Januari 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 337 2342475 listyo-sigit-prabowo-mantan-ajudan-jokowi-yang-jadi-kapolri-ini-profilnya-jfjfT1M6UY.jpg Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mengusulkan Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk mengisi posisi Kapolri. Nama Listyo, dikabarkan segera dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Jenderal bintang tiga kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu, memiliki prestasi mentereng sejak bergabung denga, kepolisian pada 1991 (lulusAkpol) tersebut.

Jawa Tengah menjadi provinsi yang penting dalam perjalanan karier Listyo. Pada 2009, ia menjadi Kapolres Pati. Satu tahun kemudian, Listyo dimutasi sebagai Kapolres Sukaharjo.

Selanjutnya, Listyo diangkat menjadi Wakapoltabes Semarang. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kapolres Solo. Saat Listyo bertugas di Solo, Jokowi menjabat Wali Kota Solo.

Saat menjadi Kapolres Solo, ia pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Diajukan Jadi Kapolri, Ini Rekam Medsos Komjen Listyo Sigit dan Komjen Arief

Listyo kemudian digeser ke Jakarta, mengisi posisi Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Satu tahun berikutnya, ia ditugaskan menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara. Tak lama, Listyo kembali ditarik ke Ibu Kota bersamaan dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden pada 2014. Listyo pun dipercaya menjadi ajudan presiden. Sekitar dua tahun ia mendampingi Jokowi dalam beraktivitas.

Baca Juga: Diseret Napoleon, Kabareskrim: Faktanya Saya Tak Ragu Usut Kasus Djoko Tjandra

Bebas dari penugasan sebagai ajudan, Listyo diangkat menjadi Kapolda Banten. Ia bertugas dua tahun di Banten. Pengangkatannya sebagai Kapolda Banten yang baru ditolak oleh MUI Banten, karena dia beragama Kristen. Namun pada akhirnya, Listyo meminta dukungan terhadap kalangan ulama dalam rangka menciptakan kondusifitas.

Setelah itu, Polri menarik Listyo untuk menjadi Kadiv Propam. Selang satu tahun kemudian, Listyo diangkat menjadi Kabareskrim per Desember 2019. Nama Listyo sempat terseret kasus dugaan suap penghapusan red notice pengusaha Djoko Tjandra.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini