Menkes: Besok, 15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 11 Januari 2021 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 337 2342472 menkes-besok-15-juta-bahan-baku-vaksin-sinovac-tiba-di-indonesia-CzmVyIiRGi.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia pada Selasa 12 Januari 2021. Bahan baku vaksin tersebut berasal dari perusahaan asal Cina, Sinovac Biotech Ltd.

"Ada sedikit berita baik 15 juta bahan baku vaksin akan datang Insya Allah besok dari Sinovac," ujarnya saat jumpa pers secara virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Baca Juga: Awasi Daerah Zona Merah Corona, Wakapolda Metro Ngantor di Polsek Cimanggis

Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin yang sudah tiba di Tanah Air, selanjutnya akan diproses oleh PT Bio Farma (Persero) dalam jangka waktu sebulan. Dengan demikian, pada awal Februari 2021, Indonesia sudah punya 12 juta vaksin jadi atau siap pakai.

"Ini akan bisa diproses oleh Bio Farma dalam jangka waktu satu bulan sehingga nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin jadi dari 15 juta bahan baku ini," jelas Budi. 

Di samping itu, lanjut Budi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi juga sudah menjajakan kerja sama multilateral dengan Gavi Covax Facility terkait pengadaan vaksin gratis untuk Indonesia.

Hasilnya, kata Budi, kerja sama itu akan menghasilkan keputusan baik, di mana Indonesia akan mendapatkan minimal 54 juta dosis vaksin Covid secara gratis.

"Ada berita baik juga disampaikan oleh ibu Menlu kerja sama multilateral kita dengan Gavi juga kelihatannya akan menghasilkan keputusan yang baik. Diharapkan bahwa minimal 54 juta dosis, maksimal bisa menjadi 108 juta dosis vaksin gratis bisa kita dapatkan dari Gavi," ungkap Budi.

Vaksin gratis dari hasil kerja sama pemerintah RI dengan Gavi diperkirakan tiba di Tanah Air pada akhir Februari atau awal Maret 2021. Adapun pilihan vaksinnya antara lain AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Novavax.

"Berita baiknya mungkin itu bisa datang lebih cepat either di akhir Februari atau di awal Maret dan vaksin yang datang dari Gavi pilihannya adalah Pfizer, AstraZeneca yang sudah dapat izin EUA-nya, yang belum dapat izin EUA-nya dan Moderna. 3 itu Pfizer, astraZeneca, Moderna yang sudah dapat izin persetujuan dari negara asalnya dan ada satu lagi Novavax," terang Budi.

Baca Juga: Ketua DPR : Pemberian Vaksin Harus Menjangkau Seluruh Lapisan Masyarakat 

Dilansir dari Kemenkeu.go.id, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan penandatanganan Formulir B vaksin Gavi Covax Facility bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, guna melengkapi keikutsertaan Indonesia dalam pengadaan 108 juta dosis vaksin gratis.

Gavi Covax Facility merupakan kerjasama pengembangan vaksin antara World Health Organization (WHO) dan Global Alliance for Vaccine and Immunization (Gavi).

“Hari ini saya berharap dengan adanya penandatanganan ini, ada kepastian bagi Indonesia untuk mendapatkan salah satu sumber vaksin yaitu yang dikembangkan oleh Covax Facility dan konsorsium GAVI,” kata Menkeu secara daring pada Kamis 7 Januari 2021.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini