Isyarat Rahmania Ekananda, Istri Perwira TNI AU Sebelum Menjadi Korban Sriwijaya Air

Solichan Arif, Koran SI · Minggu 10 Januari 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 337 2342081 isyarat-rahmania-ekananda-istri-perwira-tni-au-sebelum-menjadi-korban-sriwijaya-air-EcK4IhSGDH.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KEDIRI - Sepekan sebelum peristiwa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Ny Nanik Mardiati Zarkasi merasakan ada pembawaan yang beda pada diri Rahmania Ekananda (40), putrinya. Rahmania yang merupakan istri perwira TNI AU dan sekaligus menjadi salah satu penumpang Sriwijaya Air tersebut, terlihat lebih bahagia. Tidak hanya senantiasa tampak berseri seri dan murah senyum.

Selama berkunjung di rumah Rahmania di Jakarta, Ny Nanik juga merasakan putrinya selalu berusaha menyenangkan hatinya. "Pembawaan Nia (Rahmania Ekananda) selalu tersenyum," tutur Ny Nanik Mardiati Zarkasi kepada wartawan di rumahnya Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Minggu (10/1/2021). Di rumahnya Jakarta, Rahmania hidup bersama dua anaknya. Yakni Fazila Ammara (6) dan Fathima Ashlina (2,5).

BACA JUGA: Evakuasi Sriwijaya Air: Basarnas Terima 8 Kantong Barang Bukti, 3 di Antaranya Serpihan Pesawat

Ia ditemani Dinda Amelia (16), pengasuh anaknya yang juga turut serta menjadi penumpang Sriwijaya Air. Rahmania Ekananda yang lahir 22 November 1981 tersebut merupakan lulusan Fakultas Psikologi di salah satu kampus di Surabaya. Sejak dinikahi perwira TNI AU Kolonel Tek Ahmad Khaidir tahun 2005 di Pare, Kediri, tempat tinggal Rahmania berpindah pindah.

Saat Khaidir menjabat Kepala Sekolah SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahyudi, mereka berdomisili di Madiun. Mereka pindah ke Jakarta saat Khaidir bertugas di Mabes TNI. Saat ini Kolonel Tek Khaidir menjabat sebagai Kadislog Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan. Rahmania beserta anak dan pengasuh anaknya juga kembali ikut pindah ke Pontianak.

BACA JUGA: Identifikasi Korban, DVI Polri Akan Minta Rekaman CCTV Boarding ke Sriwijaya Air

Menurut Ny Nanik, selama dirinya di Jakarta, ia melihat putrinya sibuk mengurus kepindahan sekolah kedua cucunya dari Pontianak ke Jakarta. Ny Nanik memang menyarankan Rahmania untuk menyekolahkan anak anaknya di Jakarta. "Agar mudah menemui daripada ke Pontianak," kata Ny Nanik. Selama bertemu di Jakarta itu, apa yang menjadi keinginan Ny Nanik, selalu dituruti Rahmania.

Ny Nanik tidak menangkap hal itu sebagai isyarat buruk. Yakni dirinya bakal berpisah dengan putrinya sekaligus tidak bisa menggendong kedua cucunya lagi. Bagi Ny Nanik, sikap menyenangkan putrinya sebagai hal biasa. Wujud tawadu atau bakti seorang anak kepada orang tua. Di sisi lain, ia menilai putrinya termasuk orang yang baik. Rahmania dikenal pemurah sekaligus ringan tangan kepada keluarga maupun orang lain yang membutuhkan.

"Apalagi ayahnya (almarhum Zarkasi) juga sudah tidak ada (meninggal dunia)," terang Ny Nanik yang berharap masih ada keajaiban dalam peristiwa yang terjadi. Ny Nanik berharap Rahmania dan kedua anaknya serta pengasuhnya ditemukan dalam keadaan selamat. "Keluarga berharap masih ada keajaiban," tambah Ny Nanik.

Komunikasi terakhir dengan keluarga di Kediri dilakukan saat Rahmania memberitahu tengah menunggu Sriwijaya Air yang lagi delay.

Setelah itu, keluarga putus kontak hingga menerima kabar Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Keluarga Kediri sempat menghubungi Kolonel Ahmad Khaidir yang berada di Pontianak. Perwira TNI AU tersebut membenarkan istri dan anaknya ada di dalam pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air yang lepas landas dari Bandara Soekarno- Hatta dengan tujuan Bandara Supadio, Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu Sabtu sore (9/1/2021). Sesuai data manifes, jumlah korban sebanyak 62 orang. Yakni terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru pesawat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini