Share

Datang ke Posko, Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Wajib Bawa Dokumen Keluarga

Tim Okezone, Okezone · Minggu 10 Januari 2021 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 337 2341909 datang-ke-posko-keluarga-penumpang-sriwijaya-air-sj-182-wajib-bawa-dokumen-keluarga-pNypjKIb6A.jpg Posko Ante Mortem RS Polri, Jakarta. (Foto/Antara)

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan keluarga korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ-182 wajib membawa dokumen keluarga dan harus sau harus. Hal itu dilakukan untuk proses identifikasi dan melakukan tes DNA.

Kombes Yusri Yunus menjelaskan kedatangan keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 untuk diambil sampel DNA serta diharapkan membawa rekam jejam kesehatan korban.

Baca juga: Detik-Detik Terakhir Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sebelum Jatuh

“Kami mengharap keluarga keluarga korban terdekat satu darah datang ke posko DVI kramat Jati, untuk ambil sampel DNA. Kedua bisa membawa rekam jejak kesehatan korban, seperti apa, misal pernah periksa gigi, patah tulang atau ada tato,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Posko Ante Mortem-DVI itu juga mendapatkan dukungan dari rumah sakit pemerintah yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi primer dan sekunder.

Foto/Antara

Identifikasi Ante Mortem adalah identifikasi dengan data-data fisik korban seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali hingga barang bawaan korban, serta kepemilikan lainnya.

“Di sini adalah posko pertama untuk DVI apa tugas pertama di sini labelling, nelayan, SAR akan dikumpulkan di sini, dipisahkan mana properti mana body part (bagian tubuh), kalau sudah lengkap dibawa ke posko DVI untuk diidentifikasi tim kita,” tambah Yunus.

Ia menjelaskan pada Sabtu 9 Januari 2021 malam sudah ada keluarga korban yang mendatangi posko. Namun, keluarga yang datang bukan dari keluarga dekat.

“Tadi malam sudah datang 8 keluarga, 7 penumpang, satu kru, setelah dicocokkan bukan keluarga terdekat, kita minta bawa keluarga terdekat untuk tes DNA,” saran dia.

“Misal punya dokumen identitas kartu keluarga dll, yang bisa menyatakan ini, dibutuhkan satu darah, tes DNA memastikan, body part ini siapa namanya,” pungkas dia.

Pesawat Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak jatuh sekitar pukul 14.40 WIB pada Sabtu 9 Januari 2021, di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 12 kru. (Fzy)

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini