Panglima TNI dan Menhub Budi Karya Pimpin Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Suparjo Ramalan, iNews · Minggu 10 Januari 2021 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 337 2341880 menhub-budi-karya-dan-panglima-tni-pimpin-pencarian-pesawat-sriwijaya-air-sj-182-7U4zK8zMuG.JPG Sriwijaya Air. (Foto/dok Okezone)

JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan memimpin tim untuk melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021 sore.

Budi menjelaskan bahwa perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pencarian dilakukan secara secara maksimal.

Baca juga: Sriwijaya Air Jatuh, Kapten Afwan Dikenal Identik Selalu Memakai Peci Putih

Tim pencarian akan menyisir perarian menggunakan KRI Ciptadi dan KRI Bontang yang dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pukul 09.00 WIB.

"Hari ini kami bersama Panglima (TNI) dan Basarnas akan menuju ke lokasi dan ini semua atas permintaan Pak Presiden kemarin pukul 17.00 WIB, menginstruksikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal," ujar Budi, Minggu (10/1/2021).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan kronologi hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB.

“Bahwa telah terjadi ‘lost contact’ pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan ‘call sign’ SJ 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40,” kata Menhub dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan pesawat PK CLC itu lepas landas pada pukul 14.36 WIB, kemudian pada pukul 14.37 diizinkan naik ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti “instrument departure”.

Pada pukul 14.40, pengendali lalu lintas udara (ATC) melihat Sriwijaya tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke Barat Laut.

“Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik target Sriwijaya hilang dari radar,” kata Menhub.

Atas kejadian tersebut, Budi mengatakan, manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

“Pada pukul 17.30, Presiden memberikan arahan ke kami untuk memaksimalkan pencarian,” katanya.

Nelayan sekitar Kepulauan Seribu sebelumnya menemukan serpihan yang diduga bagian pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Video penemuan tersebut kemudian viral di media sosial.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 12 kru. (Fzy)

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini