Usai Gisel dan Habib Rizieq, Kini Giliran Fadli Zon Dilaporkan Febriyanto Dunggio

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 09 Januari 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 337 2341594 usai-gisel-dan-habib-rizieq-kini-giliran-fadli-zon-dilaporkan-febriyanto-dunggio-On61k96MDc.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon resmi dilaporkan Febriyanto Dunggio ke Bareskrim Polri. Hal tersebut buntut dari Twitter Fadli Zon menyukai atau like postingan porno.

(Baca juga: Kondisi Kesehatan Habib Rizieq Sangat Mengkhawatirkan, MER-C Sambangi Polda Metro)

Berkas tersebut telah teregister dengan Nomor Laporan: LP/B/0018/I/2021/BARESKRIM tertanggal 8 Januari 2021. Siapakah sosok Febriyanto Dunggio itu?

(Baca juga: Akun Twitternya Like Video Porno, Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim Polri)

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, pria bernama lengkap Aby Febriyanto Dunggio yang berusia 29 tahun itu merupakan seorang pengacara.

Febriyanto tercatat sebagai lulusan S-1 Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo (2010-2014). Ia melanjutkan kuliah hukumnya di Universitas Jayabaya Jakarta pada 2015-2018.

Febri merupakan CEO Adintho Dunggio Pasaribu Corporation Law Firm (ADP & Co). Selain itu, dia juga merupakan Ketua Umum Aliansi Pejuang Muda Indonesia (APMI).

Febri merupakan pelapor kasus video mesum yang menyeret nama Gisella Anastasia dan pria berinisial MYD. Febri melaporkannya ke Polda Metro Jaya yang tercatat dalam laporan dengan Nomor LP/6608/XI/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 7 November 2020.

Tidak sampai disitu, Febri juga melaporkan dugaan penyebaran kebencian yang menyeret Refly Harun dan Gus Nur. Febri melaporkannya dalam surat laporan bernomor LP/B/0709/XII/2020/Bareskrim pada 18 Desember 2020 lalu. Keduanya diduga menyebarkan kebencian dan permusuhan individu dan/atau antar golongan khususnya terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Bahkan, Febriyanto adalah kuasa hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang meminta agar dugaan chat mesum dengan tersangka Habib Rizieq dibuka kembali.

Saat ini, berdasarkan putusan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, hakim praperadilan memerintahkan agar kasus itu dibuka kembali setelah penyidikannya sempat dihentikan Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini