Ketika Warganet Bingung dengan Keterangan Komnas HAM Soal Penembakan Laskar FPI

Bima Setiyadi, Koran SI · Sabtu 09 Januari 2021 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 337 2341480 ketika-warganet-bingung-dengan-keterangan-komnas-ham-soal-penembakan-laskar-fpi-AIKMChlIc8.jpg Foto: Illustrasi Sindo

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) akhirnya memberi keterangan, hasil investigasi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), Jumat (8/1/2021) malam.

Bukanya mendapat keterangan jelas, warganet justru bertambah bingung dan berharap kasus penembakan tersebut diusut tuntas. Kebingungan warganet terhadap keterangan Komnas HAM dibahas melalui tulisan "Laskar FPI" yang kini menjadi trending topik di media sosial twitter dengan lebih dari 19 ribu komentar.

Baca juga:  Ternyata Polda Metro Jaya Sudah Buntuti Habib Rizieq Sejak 5 Desember

Hal yang membuat bingung warganet antara lain adalah pernyataan Komnas HAM soal kasus penembakan merupakan pelanggaran HAM. Namun di sisi lain menyebut adanya perlawanan dari laskar FPI hingga terjadi baku tembak.

"Jadi laskar FPI ada niat buat melawan petugas? terus kok bisa polisi kena pelanggaran HAM? abis itu dilempar lagi kasusnya ke pengadilan, ujung2nya nunggu pengadilan juga ini.bukannya titik terang malah makin abu2 kasusnya," tulis akun @Rowahuddin12 yang dikutip Sabtu (9/1/2021).

 Bca juga: Penjelasan Mengapa Penembakan Anggota Laskar FPI Dikategorikan Pembunuhan di Luar Hukum

"Penjelasan komnas HAM terang benderang.

1. Hingga tewasnya 2 anggota laskar FPI, tindakan polisi 1.000 % benar.

2. Mnrt komnas HAM sth 4 laskar lainnya diamankan, mustinya lebih hati2. Btl jg ya, syngnya tdk diborgol saat didlm mobil polisi, klo polisinya yg mati.. Gimana ya?," sambung akun @edipradha.

Akun @SampurnoDr menyatakan, rekomendasi Komnas HAM perihal kasus penembakan enam anggota laskar FPI harus diadili di pengadilan Pidana lantaran adanya perbedaan temuan polisi dan Komnas HAM.

"Temuan hsl investigasi Komnas HAM berbeda dg polisi. Mnrt Komnas HAM 4 orang laskar FPI ditembak dlm mobil dan itu pelanggaran HAM. Harus diadili di Pengadilan Pidana," cuitnya.

"Harus diusut tuntas, hukum @amnestyindo

@KomnasHAM

@majelishukumham," akun @Gus_Bach

"Komnas HAM sudah merekomendasikan peristiwa tewasnya empat laskar FPI dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana. Selanjutnya laporan akan diserahkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti," jelas akun @masaryaduta.

 

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyampaikan enam anggota Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati di Tol Jakarta Cikampek kilometer 50, pada Senin 7 Desember 2020.

Fadil mengatakan, penembakan tersebut terjadi setelah, anggota dari Polda Metro Jaya melakukan pendataan guna menindaklanjuti pemanggilan kedua Habib Rizieq Shihab (HRS) yang direncanakan pada Senin 7 Desember 2020.

Komnas HAM menyatakan, penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 oleh aparat kepolisian merupakan pelanggaran HAM. Komnas HAM merekomendasikan adanya penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini