Komnas HAM Sebut Ada Baku Tembak Laskar-Polisi, Polri: Sesuai Fakta Yang Ditemukan

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 08 Januari 2021 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2341294 komnas-ham-sebut-ada-baku-tembak-laskar-polisi-polri-sesuai-fakta-yang-ditemukan-26nMqm3RdB.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan dalam hasil temuan penyelidikannya bahwa adanya fakta baku tembak antara Laskar FPI dan polisi sebelum masuk Tol Jakarta-Cikampek atau di KM 49.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut bahwa adanya kesimpulan dari Komnas HAM tersebut merupakan fakta dari peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Polisi Penembak Laskar FPI Dinyatakan Melanggar HAM, Ini Respons Polri

"Ya itu kan sesuai dengan fakta yang ditemukan disana," kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/2021).

Selain itu, Argo menyatakan bahwa pihaknya menghargai hasil temuan dari Komnas HAM soal kasus baku tembak Laskar FPI dan Polisi di Tol Jakarta-Cikampek.

"Tentunya yang pertama Polri menghargai hasil investigasi dan rekomendasi Komnas HAM," ujar Argo.

Polri, dikatakan Argo, sampai saat ini masih menunggu surat resmi dari Komnas HAM terkait dengan hasil penyelidikan dan investigasi tersebut.

Nantinya, hasil rekomendasi itu akan dipelajari oleh Polri untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Kedua, Polri masih menunggu surat resmi yang nanti dikirim ke Polri. tentunya akan kami pelajari rekomendasi maupun surat itu yang masuk ke Polri," ucap Argo.

Terakhir, menurut Argo, dalam pengusutan kasus ini, penyidik Polri bekerja sesuai dengan fakta, temuan dan keterangan saksi yang ada.

BACA JUGA: Penembakan 4 Laskar FPI Pelanggaran HAM, Komnas HAM Segera Melapor ke Presiden Jokowi

"Ketiga penyidik maupun Polri dalam melakukan suatu kegiatan penyidikan suatu tindak pidana tentunya berdasarkan keterangan saksi, keterangan tersangka, barang bukti, maupun petunjuk. Tentunya nanti semuannya harus dibuktikan di sidang pengadilan," ujar Argo.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan pelanggaran HAM dalam kematian enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di jalan tol Jakarta-Cikampek, beberapa waktu lalu.

Ketua Tim Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan, dari hasil penyelidikan diketahui terdapat enam orang anggota FPI yang meninggal dalam dua konteks yang berbeda.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini