Penembakan 4 Laskar FPI Pelanggaran HAM, Komnas HAM Segera Melapor ke Presiden Jokowi

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 08 Januari 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2341257 penembakan-4-laskar-fpi-pelanggaran-ham-komnas-ham-segera-melapor-ke-presiden-jokowi-97XhZUxxFE.jpg Komnas HAM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyelesaikan investigasi mereka terkait dengan tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Enam laskar tersebut tewas dalam baku tembak dengan kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Peristiwa tewasnya 4 Laskar FPI dinyatakan masuk kategori pelanggaran HAM. Oleh karena itu, Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan dengan proses hukum dengan hukum pidana untuk mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap demi keadilan.

"Proses hukum tidak boleh dilakukan di internal, harus peradilan umum. harus dilakukan pendalam penegakan hukum terhadap orang-orang yang ada di dalam mobil Avanza hitam B 1759 PWI dan Avanza silver B1278 KGB,” ucap Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam, Jumat (8/1/2021).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, hasil investigasi tersebut akan disampaikan pihaknya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku pimpinan tertinggi negara.

"Laporan akhirnya kami sampaikan kepada Bapak Presiden Indonesia selaku kepala negara. Karena tentu saja nanti ada saja hal-hal yang harus ditindaklanjuti oleh para aparat penegak hukum dalam kasus yang kita tangani," ungkapnya dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/1/2021). 

Baca juga: Sah, Polisi Penembak Laskar FPI Langgar HAM, Komnas HAM: Harus Diproses Hukum 

Taufan memastikan bahwasanya penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya telah berdasarkan temuan fakta yang objektif. Hasil yang dipaparkan pun dipastikan tanpa ada tekanan dari pihak manapun. 

"Sebagai lembaga negara kami bekerja seobjektif mungkin, sejernih mungkin menemukan fakta-fakta, mengumpulkan berbagai informasi dan akhirnya menyimpulkan tanpa ada tekanan dari pihak manapun," ucapnya.

Pihaknya pun tak mempermasalahkan riuh yang banyak beredar di media sosial (medsos) soal investigasi ini. Bahkan, komentar-komentar negatif terkait Komnas HAM, kata dia, sudah sering didapatkan.

"Bahwa selama ini ada kehebohan-kehebohan di medsos itu biasa saja. sudah terbiasa juga menghadapi berbagai komentar yang seperti itu. Kami pastikan bahwa kami mengumpulkan, menyimpulkan, memberikan rekomendasi atas dasar data temuan-temuan yang objektif," katanya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini