Komnas HAM: Laskar FPI Dikeluarkan Polisi dari Mobil Dalam Keadaan Hidup

Sazili Mustofa, Koran SI · Jum'at 08 Januari 2021 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2341256 komnas-ham-laskar-fpi-dikeluarkan-polisi-dari-mobil-dalam-keadaan-hidup-FGEiHxWyc1.jpg Komisioner Komnas HAM Chairul Anam.(Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya bertemu dengan saksi yang melihat empat Laskar FPI dikeluarkan dari dalam mobil dalam keadaan hidup. Beberapa di antaranya tidak diborgol.

Ada juga saksi yang tahu bahwa polisi menyuruh orang-orang menghapus rekaman penangkapan di rest area KM 50 tol Cikampek. "Petugas mengatakan penangkapan ini terkait narkoba," ujar Anam.

Anam menambahkan, terdapat 18 luka tembak di tubuh 6 anggota laskar FPI. Kemudian ada luka jahitan akibat otopsi. "Selain luka tembak dan jahitan otopsi, ada luka lain tapi bukan akibat kekerasan, tapi kondisi waktu jenazah, bagian konsekuensi dari tubuh jenazah," kata Anam. "Ada yang mengelupas atau robek itu konsekuensi waktu," tukasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memutuskan, terdapat pelanggaran HAM atas tewasnya 4 Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian. Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan adanya proses hukum pidana terhadap para pelaku.

Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam mengatakan, pihaknya merekomendasikan beberapa hal.

Pertama, peristiwa tewasnya 4 anggota Laskar FPI masuk kategori pelanggaran HAM. Oleh karena itu, Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan dengan proses hukum dengan hukum pidana untuk mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap demi keadilan

"Proses hukum tidak boleh dilakukan di internal, harus peradilan umum. harus dilakukan pendalam penegakan hukum terhadap orang-orang yang ada di dalam mobil Avanza hitam B 1759 PWI dan Avanza silver B1278 KGB," terangnya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini