Share

Komnas HAM Temukan Proyektil Peluru hingga Pecahan Ban di Sekitar TKP Tewasnya 6 Laskar FPI

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 08 Januari 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2341247 komnas-ham-temukan-proyektil-peluru-hingga-pecahan-ban-di-sekitar-tkp-tewasnya-6-laskar-fpi-UxiPmsAAC7.jpg Choirul Anam. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merampungkan investigasinya terkait tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Dari penelusuran yang dilakukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Komnas HAM menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam pun merincikan apa saja barang yang ditemukan. Mulai dari, proyektil peluru dan selongsong peluru, hingga serpihan onderdil mobil.

"Kami menemukan beberapa benda yang kami duga sebagai bagian dari peristiwa tersebut. Kami menemukan bagian dari proyektil tujuh buah, selongsong peluru tiga buah, pecahan bagian lampu mobil warna silver sebanyak 26 keping, pecahan kaca warna bening sebanyak tujuh keping, pecahan lampu rem warna merah sebanyak lima keping. Kemudian sejumlah benda lain yang berhubungan dengan mobil yaitu baut, tutup velg dan pecahan ban," kata Anam dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengamankan CCTV milik PT Jasa Marga. Menurutnya, barang-baarang tersebut didapatkan tidak hanya dari KM 50, melainkan juga dari jalan raya di wilayah Karawang Barat.

Baca juga: Sah, Polisi Penembak Laskar FPI Langgar HAM, Komnas HAM: Harus Diproses Hukum 

"Benda yang didapat diduga sebagai bagian dari bukti peristiwa, antara lain bahu jalan depan sebuah masjid di Karawang Barat, Bahu jalan depan ruko di Jalan Karawang Barat, di Taman jalur putaran kampung budaya, sepanjang pembatas Gapura hingga bundaran Badawi, depan novotel Karawang dan rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek," tuturnya.

Sekadar informasi, Komnas HAM membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan langsung terkait peristiwa adu tembak antara Laskar FPI dengan kepolisian. Tim tersebut dibentuk melalui divisi Pemantauan Dan Penyelidikan Komnas HAM. 

Selama melangsungkan penyelidikan tim khusus ini membutuhkan waktu sekira satu bulan, terhitung dari Senin 7 Desember 2020 hingga Jumat 7 Januari 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini