Media Asing Soroti Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 08 Januari 2021 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2341244 pembebasan-abu-bakar-ba-asyir-jadi-sorotan-media-internasional-7SJPXW79ZN.jpg Abu Bakar Ba'asyir. (Foto: Okezone/Bramantyo)

JAKARTA - Media internasional menyoroti pembebasan ulama Abu Bakar Ba'asyir pada Jumat (8/1/2021). Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki Grogol, Sukoharjo itu bebas murni setelah menjalani masa hukuman 15 tahun penjara terkait kasus terorisme.

Sebagian besar media asing melaporkan pembebasan Ba'asyir dan mengaitkannya dengan mengaitkannya dengan peristiwa Bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang.

Reuters dalam laporannya menulis "Indonesia frees radical cleric linked to Bali bombings that killed 202" (Indonesia membebaskan ulama radikal terkait dengan bom Bali yang menewaskan 202 orang), sementara Al Jazeera mencantumkan nama Ba'asyir di judul laporannya: "Abu Bakar Bashir, linked to Bali Bombings, freed in Indonesia" (Abu Bakar Bashir, yang terkait dengan Bom Bali, dibebaskan di Indonesia).

BACA JUGA: Abu Bakar Ba'asyir Bebas dari Lapas Gunung Sindur Pagi Ini

Bloomberg, mengutip Associated Press melaporkan pembebasan Baa'syir dengan tajuk "Indonesian Cleric Who Inspired Bali Bombers, Extremists Freed From Prison" (Ulama Indonesia yang Menginspirasi Pelaku Bom Bali, Ekstremis Dibebaskan Dari Penjara).

Meski diyakini sebagai inspirasi ideologi di balik ledakan Bom Bali 2002, Pimpinan Jamaah Islamiyah, kelompok terkait Al Qaeda it tidak pernah didakwa terkait serangan teroris tersebut.

Ba'asyir didakwa pada 2011 atas tuduhan mendukung kamp pelatihan militan di Aceh. Ulama berusia 82 tahun itu sendiri bersikeras menyatakan dirinya tidak terlibat dalam serangan Bom Bali.

BACA JUGA: Abu Bakar Ba'asyir Segera Dibebaskan, Ini Reaksi Australia

Australia, yang warganya banyak menjadi korban dalam ledakan Bom Bali, menjadi negara paling vokal menentang pembebasan Ba'asyir.

Beberapa hari sebelum pembebasan Ba'asyir pada Jumat, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne meminta Pemerintah Indonesia untuk memastikan Ba'asyir agar tidak lagi bisa menghasut aksi terorisme.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini