Blusukan Dituding Setingan, Mensos: Saya Enggak Hafal Jalan Jakarta

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 08 Januari 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2341100 blusukan-dituding-setingan-mensos-saya-enggak-hafal-jalan-jakarta-0CiGdnzY2r.jpg Mensos Tri Rismaharini (Foto : Okezone.com)

BEKASI – Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini (Risma) menegaskan dirinya tidak pernah melakukan setingan terhadap aksi blusukan yang dilakukannya di Jakarta. Hal itu dijelaskannya saat melakukan kunjungan ke tempat Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kunjungan itu sekaligus melihat perkembangan para tunawisma yang direhabilitasi di balai tersebut. Termasuk mengunjungi Kustubi, yang sebelumnya sempat viral dibantu oleh mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur tengah memulung di wilayah Jakarta Pusat belum lama ini.

Dalam kunjungannya, politikus PDI Perjuangan itu sempat berdialog dengan para tunawisma, sekaligus memberikan arahan agar mereka tidak menjadi pemulung ataupun gelandangan. Bahkan dalam blusukannya itu, Risma menawari sejumlah bantuan agar mereka bisa kembali bekerja. Tak segan Risma pun mengajak mereka agar bekerja dengan dirinya.

Usai melakukan kunjungan itu, Risma pun menegaskan bahwa sepak terjangnya sebagai Mensos yang kerap belusukan bukan sebagai settingan.

"Jadi saya enggak kenal, saya ke Jakarta itu tidak tahu mau ke mana, maksudnya saya enggak hafal nama jalannya apa, gimana saya mau nyetting ya?" kata Risma ketika usai melakukan kunjungan ke Balai Rehabilitasi Sosial di Kota Bekasi, Jumat (8/1/2020).

Setiap hari, lanjut Risma, dirinya selalu bertindak meski pun ketika itu hanya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah Surabaya.

"Jadi saya di jalan yang sama itu enggak pernah. Jadi kalau saya berangkat, kalau hari ini jalan ke sini, saya pasti akan lewat jalan lain, apapun itu. Jadi bukan hanya menjadi Menteri Sosial saja, saya selalu perhatikan orang-orang seprti itu," tuturnya.

Baca Juga : 3 Tantangan Indonesia di 2021 Menurut Pandangan SBY

Risma pun bercerita ketika dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, dimana ketika itu dirinya pergi ke Jakarta ketika itu dirinya melihat orang tidur di tempat sampah.

"Saya enggak enak kalau dibiarkan, kalau dia mati saya ikut dosa, karena saya tahu, meski ketika itu saya bukan siapa-siapa di Jakarta, saya muter lagi, saya liat orang itu masih tidur, dan saya muter lagi orang itu gak bangun lagi," kata dia.

"Saya pikir kalau saya turun, saya bukan siapa-siapa di Jakarta. Terus yang ketiga, saya sampai muteri tiga kali belum bangun. Akhirnya saya gak bisa lihat itu, saya suruh titipakan uang ke warung," imbuhnya.

Di warung itu, lanjut Risma, dirinya menitipkan uang untuk memberikan makan kepada orang yang dijumpai tengah tidur di sampah.

"Saya lalu bilang ke pemilik warung, tolong kalau orang ini bangun tolong kasih makan. Jadi bukan karena itu (settingan), karena saya punya kewajiban, karena saya punya rezeki lebih, artinya lebih dari orang itu, saya harus memberikan amal saya untuk orang lain," kata Risma lagi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini