Satgas: Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19 Dapat Diakses Melalui PMI

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 08 Januari 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 337 2340976 satgas-terapi-plasma-konvalesen-untuk-pasien-covid-19-dapat-diakses-melalui-pmi-0h2Msfjw5R.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pengobatan pasien Covid-19 mulai menemukan harapan melalui terapi plasma konvalesen. Namun, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan jika mencari donor untuk terapi ini sangat sulit.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyatakan bahwa saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

“Saat ini terapi plasma konvalesen sudah dapat diakses masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia di pusat,” jelasnya dalam keterangan yang diterima Sindo Media, Jumat (8/1/2021).

Baca juga:  7.000 Nakes di Malang Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

PMI pun membuka bagi masyarakat yang ingin menjadi donor. PMI menentukan syarat pendonor adalah diutamakan laki-laki, dan bagi wanita belum pernah hamil dan juga belum memiliki anak. Untuk penyintas Covid-19 yang akan mendonorkan plasmanya, perlu menunjukkan test swab PCR negatif, bebas gejala Covid-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Di samping itu, terkait rincian terapi plasma konvalesen ini, Wiku merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi ini dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah.

"Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19, sebagai pengobatan pasien Covid-19," jelasnya.

Baca juga:  Pemkot Tangerang Targetkan 1,2 juta Orang Disuntik Vaksin Covid-19

Penelitian yang dilakukan Libster dkk terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien Covid-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik. Penelitian ini menyatakan pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi Sars Cov-2 yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tersering Covid-19.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini