Kedisiplinan Prokes Anjlok, Kasus Covid-19 di Indonesia Meroket 113%

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 07 Januari 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 337 2340743 kedisiplinan-prokes-anjlok-kasus-covid-19-di-indonesia-meroket-113-aqWtk95K0j.jpg Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa disiplin protokol kesehatan (prokes) mengalami penurunan yang cukup drastis dalam rentang waktu Oktober 2020 hingga awal Januari 2021. Di mana, pada Oktober tingkat kepatuhan memakai masker masih ada pada rata-rata di atas 70%, smentara kepatuhan dalam menjaga jarak berada di atas angka 60%.

“Sedangkan pada bulan Desember 2020, terlihat masing-masing kepatuhan hanya berada di angka 55% dan 39% atau turun sebesar 28% dan 20%,” ujarnya, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Satgas: Dari Kalangan Anak-Anak, Kasus Covid-19 Paling Banyak di Usia SD

Penurunan ini diikuti dengan kenaikan kasus positif Covid-19 yang drastis pada bulan Oktober sampai Desember 2020. Bahkan meningkatnya hingga 113% jika dibandingkan situasi pada minggu pertama September 2020.

“Artinya dengan penurunan kepatuhan prokes yang hanya 20, 30% ternyata mengakibatkan peningkatan penambahan kasus positif lebih dari 100%,” tuturnya.

“Ini bukanlah sebuah kebetulan. Data telah dengan nyata menunjukkan tren kepatuhan prokes yang semakin menurun berbanding lurus dengan tren penambahan kasus positif mingguan yang semakin meningkat,” lanjutnya.

Dia berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat menyadari peringatan yang setiap hari disampaikan oleh pemerintah terkait dengan kedisiplinan menjalankan prokes. Ini merupakan langkah preventif satu-satunya yang dapat diambil masyarakat di tengah pandemi ini. Apalagi, menurutnya bahwa hal ini bagian dari bela negara di masa pandemi.

“Patuh terhadap prokes adalah salah satu bentuk bela negara yang bisa dilakukan oleh siapa saja di tengah kondisi pandemi yang masih kita hadapi bersama,” katanya.

Dia yakin bahwa masyarakat Indonesia ingin pandemi ini segera berakhir. Dia juga menilai bahwa masyarakat Indonesia memiliki kepedulian satu sama lain.

“Maka dari itu saya minta agar masyarakat untuk patuh dan saling mengingatkan serta menegur orang-orang terdekat apabila terdapat pelanggaran prokes,” ujarnya.

Baca Juga: Jawa-Bali Sumbang Kasus Positif Corona 65%, Angka kematian 66,7%

Wiku juga meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk selalu memonitor tingkat kepatuhan masyarakat di wilayahnya terhadap disiplin prokes. Dia mengatakan bahwa kendornya kepatuhan pada prokes berdampak pada penambahan kasus positif di Indonesia.

“Kita harus ingat tren penambahan kasus ini dapat berujung pada peningkatan angka kematian juga. Apabila masyarakat terus acuh maka angka penularan dan kematian akibat covid-19 akan semakin meningkat,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini