Satgas: Dari Kalangan Anak-Anak, Kasus Covid-19 Paling Banyak di Usia SD

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 07 Januari 2021 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 337 2340738 satgas-dari-kalangan-anak-anak-kasus-covid-19-paling-banyak-di-usia-sd-BKB0TaMmLf.jpg Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: BNPB)

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan dalam hal pembukaan pembelajaran tatap muka, pemerintah daerah perlu memperhatikan data perkembangan kasus Covid-19. Khususnya data Covid pada usia anak sekolah.

“Berdasarkan hasil analisis data Covid-19 pada rentang usia sekolah diketahui bahwa jumlahnya menyumbang sebesar 8,87% dari total kasus nasional,” katanya saat konferensi pers, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga:  Jawa-Bali Sumbang Kasus Positif Corona 65%, Angka kematian 66,7%

Dia mengatakan presentase tertinggi kasus Covid adalah pada anak usia pendidikan SD atau 7- 12 tahun yakni 29,8%. Kemudian, diikuti usia SMA atau 16-18 tahun sebesar 23,17%. Lalu usia SMP atau 13-15 tahun sebesar 18,8%. Kemudian usia TK atau 3-6 tahun 14,3 persen dan terakhir usia PAUD atau 0-2 tahun sebesar 13,8%.

“Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa lihat terjadi ada peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur. Bahkan pada tiga golongan umur yakni setara TK, PAUD, dan SD kennaikannya di atas 50% hanya dalam kurun waktu satu bulan (November-Desember 2020),” tuturnya.

Sementara dari sebaran kasus positif Covid pada usia anak, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten konsisten tempati peeringkat 10 besar daerah dengan konfirmasi kasus tertinggi. Di mana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah konsisten tempati empat teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah.

Sementara kasus kematian karena covid pada usia anak tersebar di beberapa provinsi. Untuk rentang usia 0-2 tahun paling tinggi adalah Sulawesi Utara 6,78%, NTB 4,72%, dan NTT 4,35%.

“Jawa Timur 4,6%, Riau 0,73%, Kepulauan Riau 0,72% untuk rentang 3-6 tahun. Kemudian Jawa Timur 4,6%, Gorontalo 1,49%, Sulawesi Selatan 1,47% pada rentang usia 7-12 tahun,” ungkapnya.

“Jawa Timur 4,96%, Gorontalo 2,08%, dan NTB 0,85% pada rentang 13-15 tahun. Lalu Jawa Timur 4,62%, Gorontalo 1,6%, dan Aceh 1,35% paa rentang usia 16-18 tahun,” katanya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Bertambah 9.321 Imbas dari Libur Panjang

Wiku menegaskan bahwa penyampaian data ini bukan untuk menakut-nakuti. Menurutnya hal ini bagian dari bentuk transparansi Satgas kepada pemda maupun masyarakat.

“Data ini juga selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Daerah dengan persentase kasus positif Covid tinggi, diharapkan fokus terlebih dulu pada penanganan pandemi,” ujarnya.

Dia mengeaskan bahwa jika ada daerah yang merasa siap melakukan pembelajaran tatap muka harus terlebih dahulu paham komitmen untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan. Termasuk juga harus memiliki strategi yang jelas untuk memulai proses pembelajaran tatap muka.

“Dibutuhkan peninjauan mendalam. Tidak hanya terkait kesiapan dan kesepakatan pihak daerah, sekolah, dan orang tua murid. Namun, juga harus serta merta memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi Covid-19 terkini. Jangan sampai ada kecerobohan yang menimbulkan naiknya angka kasus Covid-19 di masa kedaruratan kesehatan,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini