Share

Ba'asyir Bebas, BNPT Jangan Cuma Mengawasi tapi Merangkul

Kiswondari, Sindonews · Kamis 07 Januari 2021 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 337 2340733 ba-asyir-bebas-bnpt-jangan-cuma-mengawasi-tapi-merangkul-wqiixf7sC6.jpg Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Terpidana terorisme sekaligus tokoh Jamaah Islamiyah (JI) Abu Bakar Ba’asyir akan bebas murni pada Jumat 8 Januari 2021 besok, setelah divonis 15 tahun penjara. Namun, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa Ba'asyir akan tetap diawasi meski sudah bebas.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan agar Ba’asyir diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk menikmati status bebasnya, apalagi melihat usia Ba'asyir dan kondisi kesehatannya.

"Soal kebebasannya ini, kita berikan beliau kebebasan dulu lah, buat menghirup udara segar dari hukuman yang udah dijalani selama lima belas tahun. Lagi pula usia beliau sudah sepuh, biarkan dia menikmati kebebasan layaknya warga negara yang emang baru bebas penjara," kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (7/1//2021).

Baca Juga:  Besok Bebas, Warganet Harap Pemerintah Rangkul Abu Bakar Ba'asyir

Politikus Partai Nasdem ini menambahkan, pemerintah dan kepolisian tidak boleh membeda-bedakan perlakuan terhadap mantan narapidana, dan pengawasannya juga harus dilakukan dengan memperhatikan hak kebebasan Ba’asyir sebagai warga negara.

"Untuk pengawasannya, kepolisian khususnya BNPT harus memperhatikan aspek kebebasannya juga. Tidak boleh justifikasi. Pengawasan ini bisa dilakukan dari jauh atau pakai teknologi yang canggih yang selama ini emang kepolisian miliki," pinta Sahroni.

"Yang pasti kita tidak boleh menjustifikasi dan tidak boleh mau diintervensi oleh asing juga. Pokoknya kita beri kebebasan seluas-luasnya, namun juga tetap dengan pengawasan yang sedemikian rupa,” tegasnya.

Baca Juga:  Sehari Jelang Bebas, Abu Bakar Ba'asyir Alergi Badannya Bentol-Bentol

Selain itu, menurut Sahroni, guna membantu berjalannya program deredekalisasi di Tanah Air maka tidak ada salahnya jika pemerintah merangkul Ba'asyir untuk mendapat masukan darinya terkait upaya deradekalisasi.

"Nggak ada salahnya juga kita jemput bola, kan BNPT juga bisa meminta masukan pada semua pihak terkait langkah ke depannya dari upaya deradekalisasi di Tanah Air. Karenanya dalam hal ini, BNPT harusnya juga merangkul, tidak hanya mengawasi," pungkas legislator asal Tanjung Priok, Jakarta ini.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini