Minta Warga Kurangi Mobilitas di 11 Januari, Jokowi: Pandemi Ini Kuras Waktu dan Tenaga

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 07 Januari 2021 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 337 2340273 minta-warga-kurangi-mobilitas-di-11-januari-jokowi-pandemi-ini-kuras-waktu-dan-tenaga-OSc0PpJVR7.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Jokowi meminta agar masyarakat mengurangi mobilitasnya mulai tanggal 11 Januari untuk melindungi para tenaga medis.

Hal ini sebagaimana yang telah diputuskan pemerintah sebelumnya bahwa akan ada pembatasan kegiatan pada tanggal 11 hingga 25 Januari mendatang.

“Pandemi ini telah menguras begitu dalam waktu dan tenaga para dokter, perawat, paramedis, juga petugas kesehatan lainnya. Saya tahu mereka letih. Oleh karena itu, mari kita bantu melindungi dan menjaga mereka, dengan mengurangi mobilitas dalam dua minggu ini, mulai tanggal 11 Januari,” katanya melalui akun media sosialnya.

Dia mengatakan telah meminta semua pihak memastikan disiplin protokol kesehatan diterapkan.

“Saya juga meminta seluruh pihak bekerja keras untuk memastikan disiplin 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan menerapkan 3T (testing, tracing, treatment) di lapangan sebagai kunci penanganan pandemi covid-19 di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan pembatasan kegiatan. Hal ini dilakukan karena tingginya penambahan kasus positif covid-19. Selain itu keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) juga meningkat.

“Oleh karena itu pemerintah membuat kriteria terkait dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Dan ini juga sesuai dengan undang-undang yang telah dilengkapi dengan PP 21/2020 dimana mekanisme pembatasan tersebut,” katanya.

Dia menegaskan bahwa pembatasan ini bukan pelarangan kegiatan. “Pembatasan ini kami tegaskan bukan pelarangan kegiatan. Tapi ini adalah pembatasan,” tuturnya.

Airlangga menyebutkan kriteria-kriteria dilakukannya pembatasan kegiatan. Diantaranya adalah tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional ataupun 3%, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu di bawah 82%, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sekitar 14%, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi di atas 70%.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini