Share

Begini Perilaku Abu Bakar Ba'asyir Selama di Lapas Gunung Sindur

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 06 Januari 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 337 2339997 begini-perilaku-abu-bakar-ba-asyir-selama-di-lapas-gunung-sindur-XpaIZOXfF7.jpg Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Antara)

BOGOR - Narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dinilai berperilaku baik dan kooperatif selama menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ba'asyir pun kerap mengikuti berbagai program pembinaan dari Lapas.

"Selama di Lapas, perilakunya kooperatif. Mengikuti pembinaan yang ditetapkan Lapas. Berkelakuan baik dan mengikuti program pembinaan," kata Kalapas Kelas II Gunung Sindur, Mujiarto, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga:  Polda Jabar Siapkan Strategi Pengamanan saat Abu Bakar Ba'asyir Bebas

Oleh karena itu, Ba'asyir menerima berbagai macam remisi selama di Lapas. Mulai dari remisi Hari Kemerdekaan, remisi Idul Fitri dan yang lainnya.

"Total keseluruhan pidananya itu 15 tahun. Itu dimulai dari Lapas Pasir Putih, di Lapas Gunungsindur sejak 2016. Jadi total remisi 56 bulan yang terdiri dari banyak remisi. Remisi umum, 17 Agustus, Idul Fitri, Dasawarsa ada remisi hakim berkepanjangan. Dan Abu Bakar Ba'asyir termasuk yang kooperatif yang mendapatkan remisi itu," ungkapnya.

Terkait pembebasannya pada 8 Januari 2021, akan melakukan pengamanan ekstra. Termasuk akan berkoordinasi dengan Densus 88 Anti Teror dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Tanggung jawab kami mengantar beliau sampai di pintu keluar. Setelah itu ya silakan dengan keluarga, karena sudah hak milik keluarga, karena memang pembebasannya adalah pembebasan murni. Kondisi Pak Abu Bakar sehat, mudah-mudahan sampai pembebasannya sehat," jelas Mujiarto.

Baca Juga:  Lapas Gunung Sindur Imbau Pendukung Abu Bakar Ba'asyir Tak Ikut Menjemput

Di samping itu, pihaknya meminta agar pendukung maupun simpatisan Abu Bakar Ba'asyir tidak ikut dalam penjemputan. Bagi keluarga maupun kuasa hukum yang akan menjemput juga diminta menyertakan surat hasil rapid tes antigen.

"Untuk pembebasannya penjemput dari pihak keluarga maupun tim pengacara menyampaikan untuk melengkapi syarat. Ada surat keterangan setelah rapid tes antigen. Kami juga imbau kepada pendukung maupun simpatisannya untuk tidak melakukan penjemputan. Karena nanti akan timbul kerumunan jadi masalah baru," tutupnya.

Seperti diketahui, terpidana kasus terorisme Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dipastikan bebas murni usai divonis 15 tahun penjara. Ba'asyir akan bebas dari Lapas Gunung Sindur pada Jumat 8 Januari 2021.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini