Fahri Hamzah: Kasih Tahu Risma, Beda Jadi Wali Kota dan Menteri

Tim Okezone, Okezone · Rabu 06 Januari 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 337 2339682 fahri-hamzah-kasih-tahu-risma-beda-jadi-wali-kota-dan-menteri-oa3zaoCz97.jpg Fahri Hamzah (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Fahri Hamzah melancarkan kritikan pada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma yang terus melakukan blusukan belakangan ini. Kata Fahri, kerja seoarang menteri berbeda dengan wali kota, seperti yang pernah dijabat Risma di Surabaya.

"Staf-nya bu Risma harus kasih tau beliau beda jadi walikota dan Menteri. Perbedaan tidak saja pada filosofi, skala, juga metode. Menteri tidak dipilih, tapi ditunjuk, kerja sektoral saja dan berlaku di seluruh negeri. Walikota dipilih, non sektoral tapi terbatas kota," tulis Fahri Hamzah di akun Twitter-nya, Rabu (6/1/2020).

Terkait dengan pemulung yang ditemukan Risma di Jakarta, Fahri menyatakan bahwa kemiskinan sesungguhnya bukan berada di Ibu Kota, tapi di daerah terpencil.

"Kemiskinan itu bukan di jakarta tapi di daerah terpencil sana...itu rakyat bunuh diri, bunuh keluarga, ada ibu bunuh 3 anaknya karena mlarat. Tapi para penjilat dalam birokrasi ini jahat. Tega amat sih. Ayolah mulai dari data," kata Fahri.

Kerja sesungguhnya, sambungnya, adalah beradasar pada data dan analisa, setelah itu keluar konsep untuk diajukan ke Presiden kemudian dibahas bersama DPR RI untuk menemukan jalan keluar.

"Lalu eksekusi secara massif nasional melalui jalur2 struktural. Barulah masalah selesai. Itu kerja negara bukan kerja media," kata dia.

Baca Juga : Soal Penataan Kolong Jembatan, Pemkot Jakpus: Bukan karena Risma

Ia meyakini krisis di masa pandemi Covid-19 ini bakal berlangsung lama. "Karena ketimpangan, kemungkinan di daerah terpencil akan makin sulit. Tapi, orang desa gak ribut. Memang yg bahaya orang miskin kota, ada politik, ada kelas menengah yg advokasi," tuturnya.

Karena itu, dirinya pun mengajak seluruh masyarakat mendoakan siapapun yang memberikan hatinya kepada rakyat bisa menjadi pemimpin di negeri ini.

"Tapi tolong juga pakai ilmu. Kerja pakai konsep dan jangan tiba masa tiba akal, sibuk dianggap sukses dan citra dianggap kinerja. Situasi sulit, uang makin sedikit tolong jgn sia2kan waktu," kata Fahri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini