DPR: Mari Kita Akhiri Perdebatan soal Pembubaran FPI

Kiswondari, Sindonews · Selasa 05 Januari 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 337 2339297 dpr-mari-kita-akhiri-perdebatan-soal-pembubaran-fpi-Uq7ZQjQiz8.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Foto: Okezone)

JAKARTA - Keputusan pemerintah di akhir 2020 lalu yang membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI) dan melarang berbagai kegiatan FPI masih menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang mendukung keputusan ini, namun banyak juga yang mempertanyakan, khususnya dari segi legalitas pembubaran.

Menanggapi pro kontra ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyarankan agar sebaiknya perdebatan terkait legal atau tidaknya pembubaran ini disudahi, karena keputusan pemerintah tentunya sudah melewati berbagai pertimbangan.

"Pembubaran FPI ini sudah sangat komprehensif, jadi marilah kita akhiri perdebatan tentang dasar hukum, aturan, metode dan lain-lain, karena langkah pemerintah membubarkan dan melarang FPI itu udah dipertimbangkan dengan matang," kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Baca Juga:  Restu Habib Rizieq dari Jeruji Besi untuk Front Persaudaraan Islam

Politikus Partai Nasdem ini menyebut, dari fakta-fakta di lapangan, sudah sewajarnya FPI dibubarkan, karena banyak kegiatannya yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakaf. Dari segi legalitas, FPI juga sudah tidak memiliki dasar hukum karena sudah tidak terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sejak 2019.

“FPI ini dari sisi keamanan dan ketertiban juga jelas mereka memiliki track record main hakim sendiri, nggak tertib, suka men-sweeping, padahal itu bukan tugas mereka. Secara legalitas juga mereka nggak ada dasar hukumnya," bebernya.

Baca Juga:  Tak Ada Imam Besar, Habib Rizieq Jadi Apa di Struktur Front Persaudaraan Islam? 

Selain itu, Sahroni menambahkan, yang paling membahayakan adalah karena FPI terindikasi mendukung gerakan ISIS yang merupakan kelompok teroris dan dikecam oleh seluruh dunia.

"Jadi, ini bukan hanya masalah izin, sweeping, tapi juga kamanan negara dipertaruhkan. Karenanya, alasan pembubaran FPI sudah komprehensif, mulai dari ketertiban sampai keamanan negara dari potensi aksi teroris," pungkas Sahroni.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini