Tersangka Kebakaran Kejagung Klaster Pekerja Bangunan Segera Disidang

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 05 Januari 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 337 2339084 tersangka-kebakaran-kejagung-klaster-pekerja-bangunan-segera-disidang-zJL1u0jdHf.jfif Kebakaran Kejagung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri merampungkan berkas perkara tersangka kasus dugaan tindak pidana kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), klaster pekerja bangunan.

Setelah dinyatakan P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), penyidik melimpahkan tahap II atau menyerahkan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejaksaan hari ini.

"Rencananya begitu (pelimpahan tahap II hari ini)," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Baca Juga:  Berkas Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung Klaster Pekerja Bangunan Dinyatakan Lengkap 

Adapun klaster pekerja itu dibagi dalam tiga berkas perkara dari enam orang tersangka. Pertama untuk tersangka T, H, S, K. Berkas kedua tersangka IS dan ketiga merupakan mandor dalam kasus ini yaitu UAM.

Sebelumnya, hasil penyidikan Bareskrim Polri soal kebakaran Gedung Kejagung adalah ditemukan adanya kealpaan dari para tersangka tersebut.

Dalam hal ini, awalnya Bareskrim menetapkan delapan orang tersangka itu yakni, lima kuli bangunan masing-masing berinisial T, H, S, K dan IS. Mandor berinsial UAM. Direktur Utama PT APM berinisial R. Dan yang terakhir, Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NH.

Kemudian, Bareskrim kembali menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah, IS yang merupakan, mantan pegawai Kejagung yang pernah berdinas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Lalu, JM yang merupakan konsultan perencana Aluminium composite panel (ACP) dari PT IN. Terakhir, MD yang meminjam bendera PT APM dalam pengadaan minyak lobi merek TOP Cleaner.

Baca Juga:  Usai Diperiksa Bareskrim, 3 Tersangka Baru Kebakaran Gedung Kejagung Tidak Ditahan

Open Flame atau nyala api terbuka yang menyebabkan kebakaran di Gedung Kejagung diduga kuat akibat adanya bara api dari rokok kuli bangunan tersebut. Padahal, lantai 6 gedung itu tidak diperbolehkan merokok.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini