Beragam Jenis Vaksin Covid-19 dan Upaya Mengakhiri Pandemi

Qur'anul Hidayat, Okezone · Selasa 05 Januari 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 337 2338920 beragam-jenis-vaksin-covid-19-dan-upaya-mengakhiri-pandemi-DQqjN3ktI7.jpg Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock)

PERUSAHAAN farmasi di dunia sedang berlomba-lomba membuat vaksin Covid-19. Indonesia jadi salah satu negara yang sedang memilah dan memilih vaksin yang aman bagi masyarakat. Vaksin dianggap sebagai unsur penting dalam upaya mengakhiri pandemi yang telah berlangsung sejak awal 2020. 

Lantas sejauh mana perkembangan vaksinisasi di Tanah Air?

Kementerian Kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/9860/2020, telah menetapkan 6 jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin itu merupakan produksi dari PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc. - BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Pada 6 Desember 2020, vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Indonesia, setelah menempuh rute penerbangan Beijing-Jakarta. Terdapat sekitar 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi nasional.

Vaksin Covid-19

Selanjutnya pada Kamis 31 Desember 2020, sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Sinovac kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kedatangan vaksin tahap II merupakan lanjutan dari pengadaan vaksin antara pemerintah Indonesia dengan otoritas China. Dengan ketibaan ini, maka sudah ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima Indonesia. 

Meski sudah tiba di Indonesia, vaksin tersebut harus terlebih dahulu lolos uji klinis di Bandung, supaya aman ketika diberikan kepada masyarakat. 

Vaksin juga dicek keamanannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, vaksin baru bisa digunakan jika lolos uji klinis fase III.

Baca juga: Tenaga Kesehatan di Jateng Bakal Divaksin Virus Corona 2 Kali 

Kini, pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 yang prosesnya berlangsung hingga Maret 2022. Proses vaksinasi diproyeksikan membutuhkan waktu sekira 15 bulan.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Biofarma, Bambang Herianto mengaku optimis setiap daerah akan menerima vaksin Covid-19 dengan kondisi yang baik, karena ini bukan pertama kalinya pemerintah maupun Bio Farma melakukan program vaksinasi secara merata di seluruh Indonesia.

Ia pun memastikan proses pendistribusian vaksin dapat berjalan dengan lancar, karena pihaknya telah menyiapkan skema 'rantai dingin' yang diklaim dapat menjaga kualitas vaksin.

Baca juga: Dalam Sehari, 20.473 Warga DKI Bakal Disuntik Vaksin Covid-19

Setelah didistribusikan, penyuntikan vaksin akan dimulai pada minggu kedua Januari 2021. Pada tahapan awal, penyuntukan diproyeksikan bagi tenaga kesehatan. 

Target Vaksin 

Pemerintah menyatakan, tahap awal vaksinisasi akan menarget kelompok berisiko, yakni tenaga kesehatan, anggota TNI-Polri, serta kelompok pekerja yang berhadapan dengan orang banyak.

"Kelompok berisiko tinggi, yaitu kelompok pekerja, termasuk pedagang pasar, pelayan toko, pramuniaga, dan mereka yang bekerja di sektor-sektor perusahaan industri," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko PMK Muhadjir Effendy, beberapa waktu lalu. 

Lantas bagaimana dengan warga lainnya?  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan program vaksinasi untuk lebih dari 100 juta orang di Indonesia tentu akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

Untuk itulah, Sri Mulyani menekankan pentingnya terus mematuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan sebelum vaksin benar-benar bisa menyasar ke sebagian besar masyarakat.

"Untuk bisa memberikan vaksin kepada lebih 100 juta orang di Indonesia akan dibutuhkan waktu, dan oleh karena itu dalam proses itu disiplin kesehatan masih sangat menentukan," kata Sri Mulyani, Senin 14 Desember 2020.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia butuh 426 juta dosis vaksin Covid-19. Jumlah ini terdiri atas vaksin yang akan digunakan untuk masyarakat dan 15 persen untuk cadangan sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia alias WHO.

Baca juga: Dikawal Ketat Pasukan Brimob, 20 Ribu Vaksin Sinovac Tiba di Jambi 

"Dari 269 juta masyarakat Indonesia, kalau kita mau mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun ada 188 juta. Dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, kalau kita keluarkan yang pernah Covid-19, kita keluarkan ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat," ujar Budi, Selasa (29/12/2020). 

Budi menghitung, tiap satu warga negara membutuhkan dua dosis vaksin Covid-19. Sedangkan WHO juga sudah memberikan ketentuan bahwa pemerintah harus mempersiapkan 15 persen vaksin virus corona sebagai cadangan. Bila ditotal, maka jumlah vaksin yang dibutuhkan sebanyak 426 juta dosis. 

Gratis untuk Semua

Awalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksinasi Covid-19 terbagi dalam dua segmen, yakni program dan mandiri. Vaksinasi program gratis dari pemerintah, sedangkan mandiri dibayar sendiri oleh masyarakat.

Pemerintah menargetkan vaksinisasi menyasar untuk 107 juta masyarakat dalam rentang usia 18-59. Dari jumlah tersebut, 30% mendapat vaksin gratis, sisanya 70% harus membayar.

Angka vaksin gratis ini lantas dikritik berbagai pihak, salah satunya dari Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini. Dia mengatakan, Pemerintah seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat dengan memperbanyak vaksin gratis, terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Setelah menuai kritik dari berbagai pihak, Pemerintah mengubah kebijakannya terkait program vaksinasi. Dari sebelumnya ada yang berbayar menjadi gratis untuk semua warga negara Indonesia. 

Presiden Jokowi mengatakan bahwa kebijakan ini berubah setelah menerima banyak masukan dari masyarakat.

‚ÄúDan setelah melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Gratis tidak dikenakan biaya sama sekali,‚ÄĚ ucap Jokowi, Rabu (16/12/2020).¬†

Presiden pun menginstruksikan kepada jajarannya baik kementerian/lembaga maupun pemda untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini