Kasus Suap Ekspor Benur, Saksi dari PT ACK Meninggal Dunia

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 04 Januari 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 337 2338485 kasus-suap-ekspor-benur-saksi-dari-pt-ack-meninggal-dunia-uJbCDYQP7y.jpg Ilustrasi (Foto : KKP)

JAKARTA - Salah seorang saksi dalam kasus suap perizinan tambak, usaha, dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benur meninggal dunia. Dia adalah pengendali PT Aero Citra Kargo, Deden Deni. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun membenarkan hal tersebut.

"Informasi yang kami terima yang bersangkutan meninggal sekitar tanggal 31 Desember yang lalu," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Seni (4/1/2021).

Deden pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri KKP Edhy Prabowo pada 7 Desember 2020. Saat itu, tim penyidik mengkonfirmasi mengenai aktivitas PT Aero Citra Kargo (ACK) dalam pengajuan izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Diketahui, PT Aero Citra Kargo (ACK) merupakan satu-satunya perusahaan kargo yang mendapatkan izin untuk mengangkut benur ke luar negeri. PT ACK memasang tarif pengangkutan Rp 1.800 per ekor.

Uang yang masuk ke rekening PT ACK itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy, istri-nya Iis Rosyati Dewi, Safri, dan Andreau.

Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy dan istri-nya di Honolulu, AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta di antaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy.

Baca Juga : KPK Lelang Barang Rampasan Milik Nazaruddin, Ada Rumah Belasan Miliar Rupiah

Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril.

KPK menegaskan meninggalnya Deden tidak akan menghentikan perkara tersangka Edhy Prabowo terkaot suap benur. "Namun demikian proses penyidikan perkara tersangka EP dkk tidak terganggu, sejauh ini masih berjalan dan tentu masih banyak saksi dan alat bukti lain yang memperkuat pembuktian rangkaian perbuataan dugaan korupsi para tersangka tersebut," kata Ali.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini