Masih Banyak Masyarakat Indonesia Ragu Keamanan Vaksin COVID-19

Abdul Rochim, Koran SI · Sabtu 02 Januari 2021 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 337 2337680 masih-banyak-masyarakat-indonesia-masih-ragu-keamanan-vaksin-covid-19-dF51F7UGrS.jpg Tingkat penerimaan vaksin Covid-19 Masyarakat Indonesia hasil studi WHO, September 2020. (Foto: Twitter)

JAKARTA - Pemerintah telah mendatangkan 3 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam dua gelombang. Pertama pada 6 Desember 2020 lalu sebanyak 1,2 juta dosis dan gelombang kedua pada 31 Desember 2020 lalu sebanyak 1,8 juta dosis. Kedatangan vaksin Covid-19 ini menjadi harapan baru atas penanganan pandemi Covid-19 yang sudah melanda negeri ini sejak awal Maret 2020 lalu.

Kendati begitu, ternyata masih cukup banyak masyarakat yang meragukan keamanan vaksin. Hasil survei Badan Kesehatan Dunia (WHO) terhadap 115.000 masyarakat Indonesia pada September 2020 lalu, misalnya, sekitar 27,6% masih menyatakan ragu terhadap keamanan vaksin.

BACA JUGA: Jokowi Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal, Ini Jenis Vaksinnya

Data ini diungkap dr. Stevent Sumantri DAA SpPD K-AI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang tergabung dalam anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melalui utas di akun Twitter-nya @dokterimun_id.

"Vaksin Covid-19 sudah ada, persiapan telah diusahakan oleh pemerintahan pak @jokowi, namun bagaimana kesiapan masyarakat kita? Studi oleh WHO, thd 115rb masyarakat Indonesia pada September 2020, menunjukkan sebagian besar bersedia divaksin (64,8%), namun 27,6% masih ragu," cuitnya sambil menyertakan infografis hasil survei WHO, dikutip Sabtu (2/1/2021).

Dokter yang menyelesaikan pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia ini mengatakan, sebagian besar keraguan dan penolakan muncul akibat pertanyaan masalah keamanan, efektivitas dan efek samping vaksin. Sebanyak 13% di antaranya tidak percaya akan vaksinasi.

BACA JUGA: Begini Cara Cek Status Penerima Vaksin Covid-19 Gratis dari Pemerintah, Sudahkah Terdaftar?

"Kabar baiknya hanya 8% yang mendasarkan pada isu agama. Tugas kita adalah edukasi isu-isu ini," kata dokter yang berpraktek di Siloam Lippo Village, Tangerang ini.

Selain itu, masalah pembayaran vaksin juga menjadi isu penting. Sebab, sebagian besar masyarakat mengharapkan vaksin diberikan gratis, terutama mereka dari golongan ekonomi lemah. "Masuk di akal mereka pihak yang paling terdampak secara ekonomi. Mudah-mudahan [email protected] bisa usahakan vaksin gratis bagi sebagian besar rakyat," harapnya.

Kabar baiknya, kata Stevent, sebagian besar masyarakat masih haus informasi mengenai vaksin Covid-19. "Kesempatan emas untuk kita melakukan edukasi dan meyakinkan masyarakat akan keamanan dan efektivitas vaksin, dengan dukungan data yang valid tentunya," katanya.

Karena itu, menurutnya, peran tenaga kesehatan yang aktif bergerak di bidang media sosial akan menjadi motor yang sangat penting dalam usaha edukasi masyarakat mengenai vaksin ini. "Tentunya kita harus menjadi duta informasi yang rasional, berbasis data dan seimbang," tuturnya.

Terakhir, kata Stevent, selain Puskesmas, rumah sakit dan klinik, ternyata menjadi salah satu tempat pilihan masyarakat untuk mendapatkan vaksin. "Tentunya masalah akses ini harus diakomodasi untuk mencapai cakupan vaksin seluasnya demi menjaga mencapai imunitas kelompok," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini