Ketika Hendropriyono dan Natalius Pigai "Perang" di Medsos

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 02 Januari 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 337 2337671 ketika-hendropriyono-dan-natalius-pigai-perang-di-medsos-VLu2ZxldbX.jpg AM Hendropriyono (foto: Sindo)

JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyono berbalas sindiran dengan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai di media sosial, yang bermula dari cuitan Hendropriyono terkait pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI).

“Organisasi pelindung ex FPI dan para provokator tunggu giliran," cuit Hendropriyono dalam akun Twitternya, @edo751945, pada Kamis 31 Desember 2020.

"Tgl 30 Des 2020 masy bgs Indonesia merasa lega, krn mendapat hadiah berupa kebebasan dari rasa takut yg mencekam selama ini," katanya.

Baca juga:  Hendropriyono: Setelah FPI Akan Ada Lagi, Tunggu Giliran

Cuitan itu ditanggapi Pigai dengan mempertanyakan peran Hendropriyono untuk negara, melalui postingan di akun Twitternya, @nataliuspigai2.

“Kapasitas Bapak di Negeri ini sebagai apa ya, Penasehat Presiden, Pengamat? Aktivis?. Biarkan diurus generasi Abad ke 21 yang egaliter, humanis, Demokrat. Kami tidak butuh hadirnya dedengkot tua,” tulis Pigai pada Jumat 1 Januari 2020.

Bcaa juga:  FPI Dibubarkan, Hendropriyono Bilang Masyarakat Merasa Lega

Menanggapi sindiran Pigai, Hendropriyono mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah bentuk perjuangan untuk negara.

“Buat seorang pejuang tdk ada kata berhenti ananda @NataliusPigai2 Jika negara dlm bahaya, kita hrs membelanya. Harus tanpa hitung untung atau rugi dan muda atau tua,” tulis Hendropriyono, Sabtu (2/1/2021).

 

“Sebagai pejabat sy dulu berjuang dg kewenangan saya, sekarang sbg rakyat dg mulut sy dan jk kelak tak berdaya scr fisik, mk sy akan berjuang dg do'a saya. Begitu bntuk tingkatan iman sy, sbg seorang muslim.”

Lulusan Akmil 1967 itu kemudian melanjutkan tanggapannya :

“Apa yg sy sampaikan hanya mnasihati spy kamu tidak larut, tersesat dan menyesal, krn sy yakin kalau skrg tdk mau mndengarnya kelak kmu jg akan sadar.

“Saya mngenalmu krn menganggap kmu seorang pemuda harapan bangsa yg patriotik, berani dan pandai. Krn itu sy tanya knp kmu tdk jd pejabat saja, agar semua bakat dan potensimu tersalur dan bermanfa'at. Bukan sy tawari jabatan di pemerintahan, krn sy tdk pny kewenangan apapun apalagi sbg formatur," lanjut Hendro.

“Patriotik dan cerdas krn sy dengar kamu mengkritik ide separatisme dg mngatakan, bhw seharusnya bercita-cita jadi Presiden RI daripada hanya sbg Presiden Papua. Waktu pertama kali kita kenal, kamu adalah komisioner Komnas HAM. Kita bertemu di restoran Kunskring di Jl Teuku Umar. Dgn bersemangat kmu menawarkan jasa, utk membela saya dlm kasus Talangsari," kenang Hendro.

“Saya tdk menaggapi, krn sy merasa kasus tsb sdh selesai secara hukum. Juga sdh selesai scr Islam melalui islah. Setelah lama tidak bertemu dan kmu bukan penguasa lagi, kamu berubah 180 derajat. Selain patriotisme dan kepandaianmu, moralmu juga sangat merosot. Sopan santun dan akal budimu lenyap, krn ditelan kekecewaan sbg penganggur yg tak terakomodasi di tempat yg kmu inginkan. Semua kata yg keluar dri mulutmu adalah ungkapan dari pikiranmu. Itulah sebabnya sy bs bilang kamu bukan Pigai yg dulu lagi," ketusnya.

“Terimkasih atas pnghinaanmu kpd sy sbg org tua, yg tdk pernah menyakiti kamu. Sy berhrap agar pikiranmu jgn ksana kmari terus, utk mncari pengakuan atau kedudukan. Pegang teguh prinsip agar lbh bnyk orang menghargai kamu, shg kmu mndapat tmpt yg terhormat di masyarakat. Demikian Pigai, semoga kita masih bisa bertemu lagi, sebelum umur tdk memungkinkannya. Salam dan selamat tahun baru 2021,” tutup Hendro.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini