Share

Drone Asing Bawah Laut Masuk RI, DPR Minta TNI-Bakamla Patroli Ketat

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 02 Januari 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 337 2337642 drone-asing-bawah-laut-masuk-ri-dpr-minta-tni-bakamla-patroli-ketat-wFePm6qNfK.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Sebuah drone bawah air ditemukan nelayan di dekat Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan. Drone yang diduga milik Cina ini sekarang sudah diamankan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengatakan pemerintah perlu segera menyelidiki untuk mengungkap asal usul drone tersebut.

Baca juga: Bakamla Sergap Kapal Pencuri Ikan dari Vietnam di Natuna Utara

Jika drone tersebut terbukti milik Cina atau negara lain, maka pemerintah harus melakukan protes keras dan melakukan tindakan diplomatik yang tegas.

"Drone bawah air tersebut sudah masuk sangat dalam ke wilayah Indonesia. Ini sinyal bahwa selama ini wilayah laut kita sangat mudah diterobos pihak asing," ucap Sukamta kepada Okezone, Sabtu (2/1/2021).

 Baca juga: Bakamla Ciduk 47 TKI yang Masuk Indonesia Lewat "Jalur Tikus"

"Sangat mungkin selama ini sudah banyak drone yang berkeliaran di wilayah Indonesia dan mengambil data-data penting geografis dan potensi laut Indonesia. Artinya keamanan nasional kita sangat rentan. Pemerintah harus serius mengungkap asal usul drone tesebut," tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyorot lemahnya sistem keamanan teritori Indonesia. Menurutnya hal ini menunjukkan kemampuan pertahanan Indonesia tertinggal dari sisi teknologi.

"Ini pekerjaan rumah Pak Menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh. Indonesia bisa melalukan kerjasama dengan beberapa negara lain untuk alih teknologi selain tentunya dengan mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung sistem pertahanan yang handal," jelas Sukamta.

Lebih dari itu, lanjut dia, pemerintah perlu segera memperbaiki sistem keamanan teritori, agar kejadian drone yang menyelundup ini tidak terulang lagi.

Selanjutnya, Sukamta juga meminta TNI Angkatan Laut dan Bakamla lebih memperkuat patroli laut terutama di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia.

"Ketegangan di Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara ASEAN pasti akan berimbas ke keamanan wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia yang berada di zona ketegangan bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang sedang berkonflik. Tentu kita tidak mau wilayah kita diobok-obok pihak asing. Oleh sebab itu kewaspadaan harus ditingkatkan dengan melalukan patroli secara ketat," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini