Tahun 2021, Anis Matta: Tahun Kedua Krisis Covid-19, tapi Kita Belum Menyentuh Titik Nadir

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 01 Januari 2021 23:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 337 2337476 tahun-2021-anis-matta-tahun-kedua-krisis-covid-19-tapi-kita-belum-menyentuh-titik-nadir-87R9Cwd1GY.jpg Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menyebut tahun 2020 merupakan tahun yang amat berat. Bahkan, tahun 2020 disebutkan sebagai waktu untuk menyambut sebuah krisis yang akan berkepanjangan dan bersifat multidimensi akibat Covid-19

Dia menuturkan, Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 belum akan mencapai batas akhir dan masih jauh dalam proses perjalanannya.

"Kita memasuki tahun kedua dari krisis akibat pandemi Covid-19, namun kita belum menyentuh titik nadir dari perjalanan krisis ini," tuturnya dilihat dalam akun Twitter pribadinya @anismatta, Jumat (1/1/2021).

Baca Juga: Muhammadiyah Minta Pemerintah Terbuka soal Vaksin Covid-19

Lebih jauh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebut bahwasanya saat ini adalah momentum terbaik bagi seluruh elemen bangsa agar berkompromi menghadapi keresahan sosial akibat pandemi. Karena, menurutnya, tantangan ke depannya akan jauh lebih sulit lagi.

"Karena itu, inilah momen terbaik bagi seluruh elemen bangsa untuk rekonsiliasi sehingga kita bisa berkonsolidasi menghadapi tantangan yang lebih besar lagi. Ancaman keresahan sosial akibat tekanan ekonomi bisa tidak terkendali. Himpitan hidup akan makin berat dan memprihatinkan," katanya.

Guna menghindari beragam tantangan akibat pandemi Covid-19 yang bum ditemukan kapan ujungnya itu, sambungnya, Indonesia membutuhkan pengamanan kesatuan sosial yang kuat. Menurutnya, rekonsiliasi dan komunikasi terbuka wajib dilakukan semua elemen bangsa. 

"Karenanya kita membutuhkan jaring-jaring sosial yang kuat yang dibangun dari rekonsiliasi dan komunikasi yang terbuka dari seluruh elemen bangsa," ucapnya.

Baca Juga:  Begini Cara Cek Status Penerima Vaksin Covid-19 Gratis dari Pemerintah, Sudahkah Terdaftar?

Dia oun mengajak kepada semua pihak harus terus saling menguatkan pemahaman bahwasanya demokrasi merupakan hak mendasar yang tidak boleh dihilangkan. Menurutnya, perbedaan pendapat harus diselesaikan di dalam koridor hukum, bukan rengan pendekatan kekuasaan karena pendekatan kekuasaan melemahkan sendi-sendi demokrasi.

"Di atas semua itu, marilah kita masuki tahun 2021 dengan fokus pada peluang, apa yang bisa kita perbuat dan perbaiki di tahun krisis ini. Apa yang bisa kita kontribusikan agar situasi lebih baik? Apa kolaborasi yang bisa kita bangun bersama? Itulah fokus dan spirit kita di Tahun 2021," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini