Simbol Politik NU, Cak Imin Dinilai Wajar Masuk Bursa Capres 2024

Abdul Rochim, Koran SI · Kamis 31 Desember 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 337 2336965 simbol-politik-nu-cak-imin-dinilai-wajar-masuk-bursa-capres-2024-PDFp2Nr1a7.jpg Muhaimin Iskandar (Foto: Ist)

Menurutnya, fase 2021-2023 masih dalam tataran konsolidasi partai dalam mencari sosok yang paling memungkinkan untuk diusung menjadi capres dan cawapres. "Kenapa demikian? Karena saya melihat partai-partai ini belum konfiden untuk mengusung calon-calonnya apakah dari kader partai sendiri, ketum partai atau dari tokoh-toko yang punya irisan dengan parpol tersebut," katanya.

Senada dengan Hasan, pakar komunikasi politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, Cak Imin merupakan tokoh lama yang selalu hidup dalam segala zaman dan selalu eksis dalam perpolitikan nasional. "Siapapun pemerintahannya, dia selalu ada di pemerintahan dan selalu hoki. Kalau kemudian nama Cak Imin ini muncul sebagai fenomena baru di survei dengan merangsek ke posisi tiga besar, itu sesuatu kejadian yang biasa," tuturnya.

Ujang mengatakan, hal ini terjadi lantaran basis masa NU sangat besar, dan nama Cak Imin bisa diasosiasikan sebagai tokoh politik NU. "Itu sudah tidak diragukan lagi. Misalnya fenomena Helmy Faishal Zaini yang di DPR kemudian menjadi Sekjen PBNU, saya melihat NU ya PKB, PKB ya NU, itu secara politik walaupun selalu dibantah," katanya.

Dengan basis masa yang cukup kuat, menurut Ujang, maklum jika nama Cak Imin didorong dalam bursa kandidat capres atau cawapres pada Pilpres 2024 mendatang. "Dorongan dari kelompoknya dan itu sangat wajar karena dia memiliki basis massa yang riil yang banyak. Kalau bicara politik di NU maka Cak Imin adalah tokoh NU yang paling menonjol pasca KH Ma'ruf Amin," kata Ujang.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini