35 Anggota Terlibat Terorisme, Gerindra: Sudah Pasti Atas Nama FPI?

Felldy Utama, iNews · Rabu 30 Desember 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 337 2336487 35-anggota-terlibat-terorisme-gerindra-sudah-pasti-atas-nama-fpi-SYB9sZQKsC.jpg Politisi Partai Gerindra, Habiburokhman (foto: Sindo)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) bidang hukum dan advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menyinggung soal keterlibatan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) dalam kegiatan tindak pidana terorisme, yang menjadi salah satu pertimbangan pemerintah membubarkan lembaga yang didirikan Habib Rizieq Shihab tersebut.

Habiburokman mengaku tak yakin apabila anggota FPI yang terlibat dalam tindak pidana terorisme itu benar-benar mengatasnamakan lembaga, atau justru atas nama diri sendiri. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah harusnya bisa memastikan hal itu terlebih dahulu.

"Sebab jika hanya oknum yang melakukannya, tidak bisa serta-merta dijadikan legitimasi pembubaran FPI," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/12/2020).

Baca juga:  Selain FPI, Berikut Sejumlah Ormas Lain yang Dibubarkan Pemerintah

Anggota komisi III DPR RI itu pun mengibaratkan, hal tersebut dengan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kader partai politik tertentu.

"Kita bisa mengacu pada kasus kader partai politik yang ditangkap karena Tipikor, tidak bisa dikatakan bahwa partainya yang melakukan korupsi dan harus dibubarkan," ujarnya.

 Baca juga: Ketika Pemerintah Tampilkan Video Habib Rizieq Dukung ISIS dan Simulasi Potong Leher

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi melarang Front Pembela Islam (FPI). Organisasi ini tidak memiliki dasar hukum. Pelarangan FPI tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Wamenkumham Eddy Hiariej menuturkan, 35 pengurus maupun anggota yang pernah bergabung dengan FPI terlibat tindak pidana terorisme. Sebanyak 29 orang telah dipidana.

“Di samping itu 206 orang terlibat pidana umum dan 100 telah dipidana,” ucapnya di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini