Putri Gus Dur: NU dan FPI Bagai Bumi dan Langit!

Djairan, iNews · Rabu 30 Desember 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 337 2336478 putri-gus-dur-nu-dan-fpi-bagai-bumi-dan-langit-3ENUnWHs6q.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Putri sulung Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida atau yang akrab disapa Alissa Wahid membandingkan Nahdlatul Ulama (NU) dengan Front Pembela Islam (FPI) adalah ibarat langit dan bumi.

Koordinator Jaringan Gusdurian ini menuturkan bahwa putri para kiai NU mengajarkan bahwa mencegah perbuatan buruk (nahiy munkar) tidak bisa dilakukan dengan yang buruk pula, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik.

(Baca juga: FPI Jadi Ormas Terlarang, Baliho Habib Rizieq di Petamburan Dicopoti)

"Nahiy munkar tidak bisa bil munkar, tapi harus bil ma'ruf. Bgmn mungkin nahiy munkar dg kekerasan," tulis akun @alissawahid, dikutip Rabu (30/12/2020).

Alissa melanjutkan, di sebuah negara Republik, tugas untuk melawan kemungkaran menjadi wewenang pemerintah untuk menghindari klaim kebenaran dan pertikaian antar rakyat.

"Di negara republik, nahiy munkar diserahkan kpd umaro' utk menghindari klaim kebenaran & pertikaian antar rakyat. Di situ NU & FPI berbeda langit bumi," tuturnya.

(Baca juga: FPI Dibubarkan, Habib Rizieq: Saya Bentuk Lagi Front Penjaga Islam!)

Cuitan Alissa Wahid tersebut menanggapi komentar pemilik akun @arifbaarif1 di kolom komentar Twitter @alissawahid yang menyebut bahwa NU dan FPI sama-sama berhaluan ahlussunnah waljamaah.

"NU&FPI sama2 ASWAJA. HRS pernah menyatakan para kyai ibarat petani yg sedang menanam padi&HRS beserta FPI sbg pembasmi hamanya. Silahkan para kyai beramar makruf&biarkan FPI bernahi munkar.Semoga bersatu dlm amar makruf nahi munkar."

Dalam cuitan sebelumnya, Alissa Wahid mengatakan bahwa menyimak konferensi pers yang dilakukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal larangan aktivitas atau pembubaran FPI, dirinya ingat masa-masa ketika turun ke jalan untuk berkampanye #IndonesiaTanpaFPI.

"Menyimak konpers Kemenkopolhukam, jadi ingat turun ke jalan tahun 2010-2011 dengan tagar #IndonesiaTanpaFPI karena FPi berkali2 melakukan aksi kekerasan," cuitnya.

"Ingat banget aksi #IndonesiaTanpaFPI di Bunderan HI, agak ricuh,@fullmoonfolks digebukin, dibawa ke Polda Metro, saya temenin, untung ada video jurnalis, dicari provokatornya dari situ, ternyata orang FPI yg di tasnya bawa batu dan sajam," katanya.

Dia ingin meneruskan perjuangan sang ayah ketika FPI menyerang Kampung Ahmadiyah. "

"Tipping point saya terobsesi meneruskan perjuangan #GusDur terjadi ketika FPI menyerang kampung Ahmadiyah di ManisLor, orang2 Ahmadiyah via telpon menangis "kami akan bertahan sampai mati. Seandainya masih ada GusDur, pasti beliau besok pagi sudah berdiri di depan gerbang kami", cuitnya.

Alissa juga mengatakan bahwa pelarangan sebuah organisasi tidak akan menyelesaikan persoalan, kalau tidak disertai dengan memenangkan perang ideologi.

Disisi lain, Alissa juga mengungkapkan bahwa Gus Dur pernah menulis pembelaannya kepada hak asasi Habib Rizieq Syihab dalam pemrosesan hukumnya. "Proses semua kasus kriminalnya tanpa harus melanggar hak manusianya," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahmud MD mengatakan, saat ini FPI tidak memiliki legal standing sebagai organisasi di Tanah Air. Oleh sebab itu, semua aktivitas FPI adalah aktivitas terlarang dan tidak mempunyai dasar hukumnya.

“Berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan kegiatan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing, baik sebagai ormas maupun organisasi biasa,”pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini