KPK Terima 1.748 Laporan Gratifikasi dengan Nilai Total Rp24,4 Miliar Sepanjang 2020

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 30 Desember 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 337 2336245 kpk-terima-1-748-laporan-gratifikasi-dengan-nilai-total-rp24-4-miliar-sepanjang-2020-NxvQEf8jcT.jpg KPK saat jumpa pers laporan akhir tahun 2020 (foto: Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi 1.748 laporan terkait penerimaan gratifikasi sepanjang 2020. Ribuan laporan gratifikasi yang diterima KPK itu, nilai total keseluruhannya mencapai Rp24,4 miliar.

"Sepanjang tahun 2020, KPK telah menerima sebanyak 1.748 laporan gratifikasi dengan total nominal Rp24,4 miliar," beber Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat konpers kinerja KPK 2020 di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020).

Baca juga:  Capaian Kinerja 2020, Ketua KPK: Alami Kenaikan dari Tahun Sebelumnya

Lebih lanjut, kata Alex -sapaan akrab Alexander-, sebanyak 621 laporan gratifikasi itu telah dinyatakan sebagai milik negara. Adapun, nilai uang dari 621 laporan gratifikasi yang sudah disetorkan KPK ke negara sejumlah Rp1,2 miliar.

"Sebesar Rp1,2 Miliar telah disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP)," jelasnya.

Baca juga:  Firli Bahuri: 17 Tahun Kiprah KPK di Indonesia, Semangat Berprestasi untuk Negeri

Alex membeberkan, ribuan penerimaan gratifikasi itu berasal dari 281 pemerintah daerah; 60 BUMN atau BUMD; 59 lembaga negara dan pemerintah, serta 32 kementerian. Mayoritas, pelapor melaporkan penerimaan gratifikasinya ke KPK lewat online.

"Dari sisi teknis pelaporan, KPK menerima laporan yang mayoritas dilakukan secara online dengan jumlah 1.379 laporan yang berasal dari aplikasi Gratifikasi Online (GOL). Banyaknya laporan secara online menunjukkan bahwa fasilitas pelaporan KPK telah mendukung kemudahan. Maka sesungguhnya tidak ada alasan melapor gratifikasi itu sulit," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini