Share

Menkes Ungkap Indonesia Butuh 426 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 29 Desember 2020 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 337 2335960 menkes-ungkap-indonesia-butuh-426-juta-dosis-vaksin-covid-19-ReADu7Pv4G.jpg Budi Gunadi Sadikin. (BPMI)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia membutuhkan 426 juta dosis vaksin Covid-19. Jumlah ini terdiri atas vaksin yang akan digunakan untuk masyarakat dan 15 persen untuk cadangan sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia alias WHO.

"Dari 269 juta masyarakat Indonesia, kalau kita mau mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun ada 188 juta. Dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, kalau kita keluarkan yang pernah Covid-19, kita keluarkan ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat," ujar Budi, Selasa (29/12/2020).

Budi menghitung tiap satu warga negara membutuhkan dua dosis vaksin Covid-19. Sedangkan WHO juga sudah memberikan ketentuan bahwa pemerintah harus mempersiapkan 15 persen vaksin virus corona sebagai cadangan. Bila ditotal, maka jumlah vaksin yang dibutuhkan sebanyak 426 juta dosis.

"Dengan memperhitungkan bahwa satu orang membutuhkan dua dosis dan memperhitungkan guideline WHO kita persiapkan 15 persen cadangan maka total vaksin yang diperlukan ada sekitar 426 juta dosis. Ini adalah jumlah yang sangat besar, untuk itu pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan kita bisa mengamankan jumlah ini," jelasnya.

Budi mengungkapkan pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia melalui lima jalur. Empat jalur bersifat bilateral dan satu bersifat multilateral. Pengadaan empat jalur yang bersifat bilateral itu yakni pemerintah sudah tanda tangan kontrak dengan Sinovac asal China sebanyak 125 juta dosis dan punya opsi untuk menambahkannya.

Baca Juga : Menkes Ungkap 4 Tahapan dalam Proses Vaksinasi Covid-19

Kemudian, pemerintah juga sudah tanda tangan pengadaan vaksin Covid-19 dari Novavax sebesar 100 juta dan ada sejumlah porsi yang dijadikan opsi. Selanjutnya pemerintah akan segera tanda tangan pengadaan vaksin dengan AstraZeneca sebesar 100 juta dosis. Sebagian terkonfirmasi untuk dipakai dan sebagian lagi masih opsi.

Pemerintah, lanjut Budi, juga segera tanda tangan kontrak dengan BioNTech dan Pfizer untuk pengadaan vaksin Covid-19 sebanyak 100 juta dosis. Sebanyak 50 juta sudah terkonfirmasi untuk diapakai dan sisanya merupakan opsi.

"Kami harap finalisasi dengan AstraZeneca dan Pfizer akan dilakukan dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari 2021, Menkes: Kami Butuh Koordinasi Seluruh Puskesmas

"Jadi total sekitar 400 juta dosis vaksin. 100 juta akan didatangkan dari China (Sinovac), 100-an juta dari Novavax perusahaan Amerika-Kanada, 100 juta dari AstraZeneca perusahaan dari London, Inggris, 100an juta lagi dari Pfizer gabungan Jerman dan Amerika," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini