Kinerja 1 Tahun, KPK Berhasil Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp592 Triliun

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 29 Desember 2020 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 337 2335530 kinerja-1-tahun-kpk-berhasil-selamatkan-potensi-kerugian-negara-rp592-triliun-iYzh7qLpSu.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menyelematkan kerugian negara mencapai Rp592 triliun.

Hal itu merupakan hasil dari pencegahan yang dilakukan KPK era Firli Bahuri Cs selama satu tahun bekerja. Menurut Ghufron, hal itu lebih besar dibandingkan kepemimpinan sebelumnya.

"Hasil dari pencegahan yang dilakukan KPK telah menyelamatkan potensi kerugian negara selama 1 tahun kami bekerja mencapai Rp592 triliun. Jauh melebihi 5 tahun kinerja periode sebelumnya yang mencapai Rp63.4 triliun," ujar Ghufron kepada wartawan, Selasa (29/12/2020).

Baca juga:  Kerap Dikritik, KPK: ICW Tidak Bisa Terima yang Manis, Sukanya Asin

Hal tersebut juga menjawab kritik dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut KPK saat ini melemah bahkan dalam hal penindakan. Seharusnya, kata Ghufron ICW mampu melihat hal-hal kecil yang dilakukan KPK saat ini.

"Bahkan ICW tidak melihat konteks di tengah Covid-19 dimana lembaga-lembaga negara melambat bahkan off, KPK dengan kekuatan 25 persen SDM yang bekerja mengawal dana Covid-19 tersebut mencapai hasil optimal," jelasnya.

Baca juga:  Mahfud MD: KPK Era Firli Lebih Banyak Prestasinya Dibanding Era Agus Rahardjo

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menyebut bahwa KPK dibawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs di tahun pertama kinerjanya lebih baik daripada KPK dibawah kepemimpinan Agus Rahardjo Cs.

Menanggapi itu Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mempersilahkan Mahfud untuk melihat data kinerja KPK era Agus Rahardjo dan Firli Bahuri. Hal itu dilakukan agar data yang dibandingkan valid dan sesuai dengan realita.

"Selaku Menkopolhukam, tentu akan lebih baik jika pak Mahfud MD berbicara menggunakan data, jadi tidak sebatas asumsi semata. Sebab, masyarakat akan semakin skeptis melihat pemerintah, jika pejabat publiknya saja berbicara tanpa ada dasar yang jelas," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulisnya.

Kurnia mengungkapkan, dalam catatan evaluasi satu tahun KPK yang dilansir oleh ICW dan TII beberapa waktu lalu, terlihat adanya kemunduran drastis dari kinerja lembaga anti rasuah tersebut. Pertama, jumlah kegiatan penindakan menurun. Pada tahun 2019 jumlah penyidikan sebanyak 145, sedangkan tahun ini hanya 91.

Selain itu, untuk penuntutan, tahun 2019 berjumlah 153, sedangkan tahun ini hanya 75. Kemudian dalam konteks jumlah tangkap tangan, tahun 2020 KPK hanya melakukan 7 tangkap tangan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, 2019 (21 kali), 2018 (30 kali), 2017 (19 kali), dan 2016 (17 kali).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini