PT DKI Diskon Hukuman Sutradara Amir Mirza Jadi 2 Tahun Penjara Tanpa Denda

Sabir Laluhu, Koran SI · Selasa 29 Desember 2020 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 337 2335473 pt-dki-diskon-hukuman-sutradara-amir-mirza-jadi-2-tahun-penjara-tanpa-denda-fhGMyIt74m.jpg Sutradara Amir Mirza (Foto: Antara)

JAKARTA - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memberikan diskon vonis pidana penjara terhadap sutradara Amir Mirza Gumay dan crew film Budi Kurniawan alias Wawan menjadi 2 tahun tanpa pidana denda dari sebelumnya 4 tahun dan denda Rp800 juta. Meski, keduanya tetap terbukti menggunakan narkotika jenis sabu-sabu.

Perkara banding atas nama Amir Mirza Gumay dan Budi Kurniawan ditangani dan diadili oleh majelis hakim banding PT DKI Jakarta yang dipimpin Hanifah Hidayat Noor dengan anggota Hi A Sanwari HA dan Edwarman. Putusan banding diputuskan dalam sidang permusyawaratan majelis hakim PT DKI Jakarta pada Jumat, 11 Desember 2020 oleh tiga orang majelis hakim tersebut.

Putusan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada Senin, 21 Desember 2020 oleh ketua majelis dan dihadiri dua hakim anggota serta dibantu oleh Andi Syamsiar selaku panitera pengganti. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) dan dua terdakwa.

Baca Juga: Diduga Nyabu Sambil Hina Polisi, Pria Bertato Meringis saat Ditangkap 

Banding perkara ini diajukan sutradara Amir Mirza Gumay (terdakwa II) melalui tim penasihat hukumnya pada 26 Oktober 2020. Banding dimohonkan karena keberatan dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) Nomor: 770/Pid.Sus/2020/PN Jkt.Tim bertarikh 5 Oktober 2020.

Majelis hakim PN Jaktim memutuskan enam amar untuk terdakwa Amir Mirza Gumay dan Budi Kurniawan alias Wawan (terdakwa I). Satu di antara amarnya yaitu menjatuhkan pidana masing-masing selama 4 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp800.000.000 subsider 8 bulan penjara.

Majelis hakim banding menyatakan, PN Jaktim salah menerapkan hukum dalam memutuskan bahwa Amir Mirza Gumay dan Budi Kurniawan alias Wawan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "secara tanpa hak dan melawan hukum melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan I bukan tanaman" sebagaimana dalam dakwaan primair.

Baca Juga: Ada 29 WNA Terlibat Narkoba di Bali Sepanjang 2020 

Majelis hakim banding menilai, narkotika jenis sabu-sabu yang ada dalam penguasaan Amir dan Wawan hanya untuk dipergunakan sendiri. Sabu-sabu tersebut yaitu dengan berat netto 0,32 gram dan berat netto 0,2 gram. Karenanya majelis menyatakan, perbuatan kedua terdakwa hanya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan perbuatan pidana sebagaimana dalam dakwaan subsidair. Perbuatan keduanya telah melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU Narkotika.

Ketua Majelis Hakim Banding Hanifah Hidayat Noor menyatakan, di tingkat banding majelis hakim mengadili atau memutuskan dua hal. Satu, menerima permintaan banding dari penasihat hukum terdakwa II yakni Amir Mirza Gumay dan JPU. Dua, membatalkan putusan PN Jaktim Nomor: 770/Pid.Sus/2020/PN Jkt.Tim.

Hakim Hanifah melanjutkan, PT DKI Jakarta mengadili sendiri perkara ini di tahap banding dengan 8 amar. Satu, menyatakan terdakwa I Budi Kurniawan alias Wawan dan terdakwa II Amir Mirza Gumay tidak terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana, sebagaimana dalam dakwaan primair. 

Dua, membebaskan Wawan dan Amir oleh karena itu dari dakwaan primair. Tiga, menyatakan Wawan dan Amir terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana “penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri" sebagaimana dalam dakwaan subsidiair.

"Empat, menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I Budi Kurniawan alias Wawan dan Terdakwa II Amir Mirza Gumay dengan pidana penjara masing-masing selama 2 tahun," tegas hakim Hanifah saat pengucapan putusan, seperti dikutip KORAN SINDO dan MNC News Portal, di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Lima, menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani kedua terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Enam, menetapkan Wawan dan Amir tetap ditahan.

Tujuh, memerintahkan 14 barang bukti dikembalikan kepada JPU Umum untuk digunakan dalam perkara terkait atas nama terdakwa lain yakni Sutrisna alias Ntis, sedangkan barang bukti 1 IPhone warna putih berikut simcard 0819-0680-xxxx dan 1 handphone merk Samsung warna putih berikut simcard 0813-1841-xxxx dirampas untuk dimusnahkan.

"Delapan, membebankan kepada para terdakwa untuk membayar biaya perkara di kedua tingkat peradilan yang untuk tingkat banding sejumlah Rp2.500," ucap hakim Hanifah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini