Lecehkan Lagu Indonesia Raya, Ini Hukuman yang Bakal Diberikan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 29 Desember 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 337 2335406 lecehkan-lagu-indonesia-raya-ini-hukuman-yang-bakal-diberikan-EeUKna5KVa.jpg Bendera Merah Putih (Foto: Okezone)

JAKARTA - Parodi Lagu Indonesia Raya telah melecehkan NKRI. Di mana, penghinaan tersebut diunggah dalam akun Youtube MY Asean. Pelakunya diduga orang Malaysia.

Pemerintah melalui KBRI di Kuala Lumpur telah mengambil tindakan dengan melaporkan peristiwa tersebut ke polisi Malaysia. Pihak pemerintah Malaysia juga telah merespon dan turut mengecam tindakan pelecehan tersebut.

Baca Juga: Lagu Indonesia Raya Diparodikan, Otoritas Malaysia Lakukan Penyelidikan

Kasus tersebut juga telah dilaporkan ke Polri. Pihak kepolisian memastikan akan mengambil tindakan hukum.

"Tentunya ketika ada tindakan atau apapun bentuknya yang akan mengganggu situasi kamtibmas maka Polri akan mengambil langkah-langkah untuk dapat menjaga kestabilan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Rusdi Hartono saat dihubungi MNC Media, Minggu 27 Desember 2020.

Parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya dilakukan dengan mengubah lirik lagu Indonesia Raya dengan nada penghinaan. Video berdurasi 1.31 menit itu telah di-posting sekitar dua pekan lalu oleh akun berlogo bendera Malaysia tersebut.

Baca Juga: Bikin Heboh, Pengacara Laporkan Pengunggah Parodi Lagu Indonesia Raya ke Polisi

Dalam video juga ada gambar burung garuda diduga maksudnya Pancasila, dengan background merah putih mengisyaratkan sebuah Bendera Merah Putih dengan ditambah dua gambar dua orang seperti sedang membuang air seni.

Terkait hal tersebut, dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan diatur mengenai hal tersebut. Di mana dalam Pasal 64 disebutkan bahwa setiap orang dilarang:

a. Mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, katakata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan;

b. Memperdengarkan, menyanyikan, ataupun menyebarluaskan hasil ubahan Lagu Kebangsaan dengan maksud untuk tujuan komersial; atau

c. Menggunakan Lagu Kebangsaan untuk iklan dengan maksud untuk tujuan komersial.

Pasal 65

Warga Negara Indonesia berhak dan wajib memelihara, menjaga, dan menggunakan Bendera Negara, Bahasa Indonesia, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan untuk kehormatan dan kedaulatan bangsa dan negara sesuai dengan Undang-Undang ini.

Adapun ketentuan hukum bagi mereka yang abai terhadap aturan tersebut, ada ancaman pidana dan dendanya sebagaimana diatur dalam:

Pasal 68

Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 70

Setiap orang yang mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, kata-kata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 71

(1) Setiap orang yang dengan sengaja memperdengarkan, menyanyikan, ataupun menyebarluaskan hasil ubahan Lagu Kebangsaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

64 huruf b, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(2) Ketentuan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku juga bagi setiap orang yang dengan sengaja menggunakan Lagu Kebangsaan untuk iklan komersial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 huruf c.

Kendati demikian, ketentuan hukum ini hanya berlaku di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini