Soal Ustadz Haikal, DPR Tegaskan Mimpi Tak Boleh Dikriminalisasi

Kiswondari, Sindonews · Senin 28 Desember 2020 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 337 2335290 soal-ustadz-haikal-dpr-tegaskan-mimpi-tak-boleh-dikriminalisasi-IgQ9pwWU9O.jpg DPR RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center), Haikal Hassan telah selesai dimintai keterangan oleh polisi terkait ceramahnya soal mimpi bertemu Rasulullah pada Senin (28/12/2020) sore. Dia mengaku ditanyai sekitar 20 pertanyaan, salah satu di antaranya adalah terkait bukti mimpinya tersebut.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni menyampaikan keheranannya. Menurut Sahroni, laporan mengenai mimpi ini terlalu mengada-ada dan semestinya polisi lebih bijak dalam memproses suatu laporan.

"Saya rasa, pelaporan Haikal Hassan ini sudah sangat mengada-ada. Polisi juga harusnya bijak dalam menerima dan mem-follow up laporan, apabila sudah sangat mengada-ada ya harusnya udah aja, nggak usah di-follow up. Polisi seharusnya memakai energinya untuk kerjaan yang lain, kan ini mau tahun baru, banyak yang harus dikerjakan," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (28/12/2020).

Baca Juga: Diperiksa Polisi, Haikal Hassan Sebut saat Mimpi Rasulullah Tidak Bawa Handphone

Menurut Sahroni, akan lebih baik jika polosi tidak memproses laporan ini, dibanding melakukan proses pemeriksaan yang tidak masuk akal, seperti meminta bukti dari mimpi bertemu Rasulullah.

"Ya mending nggak usah di-follow up daripada akhirnya jadi melakukan proses-proses yang nggak masuk akal, kayak minta bukti. Kan semua orang bebas bermimpi dan mengungkapkan mimpinya," sesalnya.

Ustadz Haikal Hassan

Oleh karena itu, legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara ini mengingatkan polisi sebagai mitra kerjanya, bahwa semua orang berhak bermimpi apapun dan bertemu siapapun. Karenanya, pernyataan-pernyataan seperti ini seharusnya tidak diperpanjang oleh para penegak hukum.

"Semua orang bisa bermimpi ketemu siapapun atau jadi apapun. Kalau ada seseorang bilang dia bulan depan bermimpi akan jadi presiden, masa harus kena pasal makar? Mimpi itu hak orang, nggak boleh dikriminalisasi," pungkasnya.

Baca Juga: Dipanggil Polisi soal Mimpi Bertemu Rasulullah, Haikal Hassan: Saya Sudah Datang

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini