MA Vonis Pelajar Pemerkosa Anak Asal Kupang 9 Tahun Penjara

Sabir Laluhu, Koran SI · Senin 28 Desember 2020 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 337 2335147 ma-vonis-pelajar-pemerkosa-anak-asal-kupang-9-tahun-penjara-WroYFwJbO0.jpg Mahkamah Agung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) memvonis terdakwa seorang pelajar asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), AY (20) dengan pidana penjara selama 9 tahun karena terbukti melakukan pemerkosaan terhadap pacarnya.

AY merupakan pelajar kelahiran Kupang, 1 Maret 2000. Perkara kasasi ditangani dan diadili oleh majelis hakim agung kasasi yang dipimpin langsung Ketua Kamar Pidana MA Suhadi dengan anggota Desnayeti M dan Soesilo.

Kasasi diajukan AY melalui kuasa hukumnya menyikapi putusan Pengadilan Tinggi (PT) Kupang Nomor: 4/PID/2020/PT KPG tertanggal 10 Februari 2020. Putusan ini menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kupang Nomor: 244/Pid.Sus/2019/PN Kpg bertanggal 18 Desember 2019.

Baca Juga:  4 Fakta Mahasiswi Diperkosa Sopir Travel, Pelaku Ingin Pacari Korban hingga Dicabuli di Kosan

Sebelumnya, majelis hakim PN Kupang memutuskan lima amar. Di antaranya, satu, AY telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah "Melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan secara berlanjut". Dua, menjatuhkan pidana kepada Aldi dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sebesar Rp100 juta subsider pidana kurungan selama 3 bulan.

Majelis hakim agung kasasi menyatakan, telah membaca dan meneliti secara saksama berkas memori kasasi dan alasan-alasan yang diajukan oleh AY melalui tim penasihat hukumnya, putusan PT Kupang, putusan PN Kupang, dan surat-surat lainnya. Majelis menegaskan, putusan PT Kupang telah tepat dalam menerapkan hukum.

Baca Juga:  Melapor karena Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Malah Diperkosa Polisi

Majelis hakim agung kasasi menilai, AY tetap terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan secara berlanjut. Yang menjadi korban atas perbuatan AY adalah pacarnya sendiri. Majelis menggariskan, perbuatan AY terbukti melanggar Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

"Mengadili, satu, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa AY tersebut. Dua, membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp2.500," tegas Ketua Majelis Hakim Agung Kasasi Suhadi, seperti dikutip KORAN SINDO dan MNC News Portal, di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Putusan ini diputuskan dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Selasa, 4 Agustus 2020 oleh Suhadi sebagai ketua majelis bersama dua hakim anggota yakni Desnayeti M dan Soesilo. Putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh ketua majelis yang dihadiri dua hakim anggota serta Rudi Soewasono Soepadi sebagai panitera pengganti. Saat pengucapan putusan, Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa tidak hadir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini