NU Peduli Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Rp25 Miliar ke RS dan Klinik Se-Jawa

Tim Okezone, Okezone · Senin 28 Desember 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 337 2335077 nu-peduli-salurkan-bantuan-alat-kesehatan-rp25-miliar-ke-rs-dan-klinik-se-jawa-nb8NqdkNpM.jpg Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj melepas pemberangkatan bantuan alat kesehatan ke rumah sakit dan klinik di Pulau Jawa (Foto: NU Peduli)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Peduli Covid-19 melakukan pemberangkatan bantuan alat kesehatan ke rumah sakit dan klinik NU se-Pulau Jawa, Senin, 28 Desember 2020. Pemberangkatan dilangsungkan dari Pesantren Al-Tsaqafah Jagakarta, Jakarta Selatan, asuhan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Total bantuan senilai Rp25.523.794.506. Pelepasan pemberangkatan bantuan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU Robikin Emhas, Wasekjen PBNU Andi Najmi, Ketua LPBI Ali Yusuf, Ketua NU Care Lazisnu Achmad Sudrajat dengan membentangkan bendera NU ke angkasa. Pelepasan diiringi dengan Shalawat Tibil Qulub.

Iring-iringan truk yang membawa alat-alat kesehatan keluar dari halaman Pesantran Al-Tsaqafah. Pelepasan kali ini adalah gelombang ketiga. Sebelumnya pada 29 November 2020 dikirimkan bantuan untuk 5 rumah sakit, dan 1 Desember bantuan ke 10 rumah sakit.

Baca Juga:  PBNU: Menag Bilang Tak Ada Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah, Hanya Dialog Saja

Ketua Pengarah NU Peduli, H Andi Najmi Fuaidi mengatakan PBNU melalui NU Peduli Covid-19 sejak sejak Maret 2020 melakukan upaya penanganan dan pencegahan Covid-19. Warga NU bergerak cepat melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat umum, masjid dan pesentren. Relawan NU juga membagikan bantuan APD dan disinfektan. Di bidang penanganan ekonomi, NU Peduli membagikan bahan makanan dan permodalan usaha.

“Nilainya mencapai lebih dari 300 miliar,” kata Andi Najmi.

 NU Peduli

Bantun berasal dari masyarakat, pihak swasta, Nahdliyin dan secara individu. “Penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tapi semua pihak salah satunya yang dilakukan NU,” kata dia.

Baca Juga:  PBNU : Hak Prerogatif Presiden untuk Mengangkat Wamensos jika Dibutuhkan 

Hari ini pengiriman bantuan ke rumah sakit, sebagai bukti keistiqamahan NU Peduli. “NU Peduli tidak akan lelah tapi istikomah. Kepada PBNU kami minta arahan agar semua relawan tetap bekerja sesuai tradisi NU dengan tetap menjaga kesehatan yang ada,” tegasnya.

Said Aqil menegaskan wabah Covid-19 telah memberikan hikmah untuk lebih peka kepada sesama dan menjaga kebersihan lingkungan. Kiai Said mengungkapkan dirinya pernah terkena Covid-19 dan dirawat selama 9 hari, merasakan batuk, tenggorokan kering, dan lelah.

Ia juga mengutip firman Allah dalam Alquran bahwa manusia akan diuji dengan kelaparan, kecemasan, penyakit, wabah, dan cobaan lainnya. Ujian ini harus dihadapi dengan sabar dan tegar. “Tanda kesabaran ketika ada ujian seberat apa pun mengucapkan ‘Innalillahi waina ilaihi rajiun.”

Menyayangkan masih ada sebagian masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan bahkan tidak percaya adanya Covid-19. "Bahwa covid-19 atau corona itu ada, korbanya tidak pandang bulu, Kyai, pengusaha, orang kaya, bahkan dokternya juga jadi korban, musibah ini tidak pandang bulu," tuturnya.

"Saya berpesan, masih kata kyai said, kepada warga Nahdliyyin terutama santri untuk mematuhi protokol kesehatan, pakai masker jaga jarak, cuci tangan, peduli dengan kesehatan lingkungan, ikuti taati sampai Covid hilang," imbuhnya.

"Mudah-mudahan setelah Covid nanti selesai ekonomi bangkit lagi, kita optimis lagi, semangat lagi, UKM bangkit, sekolah tatap muka lagi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini